Langsung ke konten
SurgBookBelajar. Berdiskusi. Berbagi.
Foto artikel Fibroadenoma Mamma (FAM) Perbesar foto
Fibroadenoma Mamma (FAM)

ARTIKEL ILMU BEDAH

Fibroadenoma Mamma (FAM)

11 subartikelDiskusi bersama

DIBANGUN BERSAMA

Tim & aktivitas artikel

Penanggung jawab

Administrator

Kontributor

Belum ada kontributor tambahan.

— / 50 penilai
1Pembaca unik
1Kunjungan unik harian

Pembaca unik dihitung lintas hari. Kunjungan adalah akumulasi hitungan sekali per akun per hari, mulai pencatatan fitur ini.

Login untuk memberi rating artikel

Gambaran umum

Gambaran umum fibroadenoma

Fibroadenoma adalah tumor fibroepitelial jinak yang sering ditemukan pada payudara usia reproduktif.

Lesi ini tersusun atas stroma dan elemen epitel duktolobular.

Keluhan yang umum adalah benjolan berbatas tegas dan mudah digerakkan.

Gambaran klinis saja tidak cukup untuk membedakannya dari semua tumor lain.

Evaluasi menggabungkan usia, pemeriksaan klinis, pencitraan, dan bila perlu biopsi inti.

Kesesuaian antara hasil klinis, radiologi, dan patologi disebut konkordansi.

Fibroadenoma dengan biopsi inti konkordan tanpa atipia umumnya tidak selalu memerlukan operasi.

Eksisi dapat dipertimbangkan bila lesi menimbulkan gejala, tumbuh bermakna, berukuran besar, atau dipilih pasien.

Kecurigaan tumor filodes membutuhkan penilaian tersendiri karena dapat menyerupai fibroadenoma.

Materi ini bersifat edukasi dan keputusan klinis harus dibuat bersama tim yang merawat pasien.

Anatomi

Anatomi payudara terkait fibroadenoma

Payudara merupakan organ yang terdiri atas kulit, jaringan adiposa, stroma, dan unit duktolobular.

Unit terminal duktus-lobulus menjadi tempat penting bagi banyak perubahan epitel payudara.

Stroma fibrosa membentuk kerangka penunjang jaringan dan berhubungan dengan ligamen suspensorium.

Fasia superfisial dan bidang jaringan sekitar berperan dalam bentuk serta mobilitas payudara.

Komposisi jaringan berubah mengikuti usia, siklus hormonal, kehamilan, dan involusi.

Fibroadenoma tumbuh sebagai lesi fibroepitelial di dalam jaringan payudara.

Lokasi lesi dicatat berdasarkan sisi dan kuadran atau posisi jam serta jarak dari puting.

Hubungan lesi dengan kulit, kompleks puting-areola, dan dinding dada membantu perencanaan tindakan.

Drainase limfatik regional terutama menuju nodus aksila, dengan jalur lain yang bervariasi.

Pemahaman anatomi membantu pemeriksaan dan pendekatan operasi yang menjaga bentuk payudara.

Etiologi & Faktor Resiko

Etiologi dan faktor yang berhubungan dengan fibroadenoma

Penyebab tunggal fibroadenoma belum ditetapkan dan pembentukannya melibatkan interaksi epitel-stroma.

Lesi lebih sering dikenali pada usia muda dan dapat berubah seiring pengaruh hormonal.

Ukuran benjolan dapat berfluktuasi pada sebagian pasien, tetapi pola ini tidak diagnostik.

Riwayat keluarga kanker payudara tidak membuktikan bahwa suatu benjolan adalah fibroadenoma.

Faktor risiko kanker payudara perlu dinilai terpisah dari faktor munculnya lesi jinak.

Riwayat radiasi dada, predisposisi genetik, dan riwayat biopsi atipikal relevan bagi stratifikasi risiko kanker.

Perubahan cepat atau pertumbuhan nyata perlu dinilai ulang untuk menyingkirkan lesi lain.

Fibroadenoma kompleks dan temuan proliferatif sekitar dapat mengubah penilaian risiko individual.

Risiko harus ditafsirkan bersama riwayat pribadi, keluarga, dan hasil patologi.

Konseling menghindari anggapan bahwa semua fibroadenoma akan berkembang menjadi kanker.

Patofisiologi

Dasar patofisiologi fibroadenoma

Fibroadenoma termasuk kelompok lesi fibroepitelial yang mengandung komponen stroma dan epitel.

Perubahan jaringan dipengaruhi interaksi lokal antara stroma intralobular dan epitel duktolobular.

Pertumbuhan lesi umumnya terbatas dan tidak menunjukkan perilaku invasif seperti karsinoma.

Respons jaringan terhadap lingkungan hormonal dapat menjelaskan variasi ukuran pada sebagian pasien.

Pada pemeriksaan jaringan, pola pertumbuhan dapat bersifat perikanalikular atau intrakanalikular.

Sampel biopsi inti hanya mengambil sebagian lesi sehingga interpretasi harus memperhatikan ukuran dan gambaran radiologi.

Ketidaksesuaian antara gambaran pencitraan dan histologi mengharuskan evaluasi tambahan.

Tumor filodes juga merupakan lesi fibroepitelial dan dapat sulit dibedakan melalui sampel terbatas.

Pertumbuhan cepat atau karakteristik seluler yang mencurigakan meningkatkan kebutuhan eksisi diagnostik.

Korelasi klinik-radiologi-patologi menjadi landasan untuk memilih observasi atau tindakan.

Klasifikasi

Klasifikasi praktis lesi fibroadenoma

Secara klinis fibroadenoma dapat dibahas sebagai lesi sederhana, kompleks, multipel, atau juvenil sesuai konteksnya.

Istilah kompleks biasanya ditentukan oleh temuan histologis tertentu dan bukan hanya dari perabaan.

Hasil biopsi inti harus menyebut apakah terdapat atipia atau kecurigaan lesi fibroepitelial lain.

Kategori penting untuk tata laksana adalah fibroadenoma konkordan tanpa atipia dibandingkan lesi yang belum konkordan.

Konkordansi berarti patologi yang didapat sesuai dengan gambaran klinis dan radiologi.

Fibroepithelial lesion dengan kecurigaan tumor filodes dikelompokkan terpisah untuk pertimbangan eksisi.

Ukuran besar, pertumbuhan, gejala, dan preferensi pasien merupakan pengubah keputusan, bukan subtipe histologi.

Klasifikasi radiologi menggunakan sistem pelaporan pencitraan yang berlaku setempat.

Kategori harus ditulis jelas agar pembaca memahami dasar rekomendasi klinis.

Hindari menyimpulkan jinak hanya dari satu karakteristik pemeriksaan.

Anamnesis

Anamnesis benjolan yang diduga fibroadenoma

Tanyakan kapan benjolan pertama kali diketahui dan bagaimana perubahan ukurannya.

Catat nyeri, perubahan kulit, perubahan puting, dan adanya cairan dari puting.

Tanyakan apakah benjolan pernah dinilai dengan pencitraan atau biopsi sebelumnya.

Gali riwayat benjolan payudara, operasi, dan hasil patologi terdahulu.

Riwayat menstruasi, kehamilan, menyusui, dan terapi hormon membantu memberi konteks klinis.

Tanyakan riwayat kanker payudara atau ovarium pada keluarga beserta usia saat diagnosis.

Riwayat radiasi dada dan faktor predisposisi genetik perlu ditanyakan bila relevan.

Dokumentasikan apakah pertumbuhan berlangsung cepat atau terjadi perubahan baru.

Tanyakan dampak benjolan terhadap aktivitas, kecemasan, dan preferensi pasien tentang observasi atau eksisi.

Anamnesis melengkapi pemeriksaan dan tidak menggantikan pencitraan atau konfirmasi jaringan bila diperlukan.

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik massa payudara

Lakukan pemeriksaan dengan persetujuan, privasi, dan pendamping sesuai kebijakan klinis.

Inspeksi kedua payudara untuk asimetri, perubahan kulit, retraksi, atau perubahan puting.

Palpasi seluruh kuadran dan daerah retroareolar secara sistematis.

Catat ukuran, lokasi, batas, konsistensi, nyeri tekan, dan mobilitas massa.

Nilai apakah massa melekat pada kulit atau dinding dada.

Periksa aksila dan daerah supraklavikula untuk pembesaran nodus.

Benjolan yang terasa licin dan mudah bergerak dapat konsisten dengan fibroadenoma tetapi tidak memastikan diagnosis.

Temuan keras, terfiksasi, bertepi tidak teratur, atau disertai perubahan kulit membutuhkan evaluasi lebih lanjut.

Bandingkan temuan dengan pemeriksaan sebelumnya jika tersedia.

Pemeriksaan klinis harus diintegrasikan dengan pencitraan dan hasil biopsi untuk menilai konkordansi.

Penunjang

Pencitraan dan biopsi fibroadenoma

Pemilihan pemeriksaan awal massa teraba mempertimbangkan usia, kehamilan, dan konteks klinis.

Ultrasonografi biasanya menjadi modalitas awal pada pasien di bawah 30 tahun.

Pada usia 30 sampai 39 tahun, ultrasonografi dan mammografi diagnostik dapat sesuai menurut situasi klinis.

Pada usia 40 tahun atau lebih, mammografi diagnostik atau tomosintesis umumnya menjadi pemeriksaan awal.

Ultrasonografi tambahan membantu mengkarakterisasi temuan tertentu dan memandu biopsi.

Biopsi inti terpandu pencitraan dipertimbangkan bila temuan mencurigakan atau diagnosis perlu dipastikan.

Kategori pencitraan yang mungkin jinak perlu disesuaikan dengan perjalanan klinis.

Hasil patologi harus diperiksa kesesuaiannya dengan temuan radiologi.

Jika hasil tidak konkordan atau terdapat kecurigaan tumor filodes, evaluasi bedah dapat diperlukan.

Jadwal pemeriksaan lanjutan mengikuti rekomendasi radiologi dan guideline lokal.

Diagnosis

Diagnosis dan diagnosis banding fibroadenoma

Diagnosis fibroadenoma ditegakkan dengan menyatukan anamnesis, pemeriksaan, pencitraan, dan patologi jika diindikasikan.

Pada pasien muda, massa berbatas jelas dan mudah bergerak dapat mendukung dugaan klinis.

Gambaran tersebut tetap tidak cukup untuk menyingkirkan seluruh diagnosis banding.

Diagnosis banding meliputi kista, tumor filodes, nekrosis lemak, dan kanker payudara.

Biopsi inti sering memberi diagnosis jaringan bila temuan memerlukan konfirmasi.

Hasil jinak dapat dikelola konservatif ketika konkordan dan tidak terdapat atipia.

Ketidaksesuaian antara hasil biopsi dan pencitraan harus ditinjau oleh tim terkait.

Pertumbuhan bermakna dapat memerlukan pengambilan sampel ulang atau eksisi diagnostik.

Dokumentasi diagnosis mencantumkan ukuran, lokasi, kategori pencitraan, dan status konkordansi.

Kesimpulan diagnosis sebaiknya menyebutkan ketidakpastian yang masih ada.

Tatalaksana

Tatalaksana fibroadenoma

Tatalaksana dipilih setelah memastikan kesesuaian klinis, radiologi, dan patologi.

Fibroadenoma yang terbukti melalui biopsi inti, konkordan, dan tanpa atipia umumnya tidak perlu dieksisi rutin.

Pasien dapat kembali ke skrining sesuai usia bila tidak ada alasan klinis untuk tindak lanjut khusus.

Eksisi dapat dipertimbangkan bila benjolan simptomatik, tumbuh bermakna, mencapai ukuran yang menjadi perhatian, atau diminta pasien.

Keputusan memperhitungkan manfaat diagnosis definitif dan dampak kosmetik atau sensorik.

Bila dilakukan operasi, pengangkatan utuh tanpa memotong massa dianjurkan.

Kecurigaan tumor filodes atau lesi yang tidak konkordan memerlukan penilaian bedah.

Biopsi eksisi diputuskan berdasarkan risiko dan temuan multidisiplin.

Edukasi mencakup tanda perubahan yang perlu mendorong evaluasi ulang.

Pilihan akhir dibahas bersama pasien dan mengikuti fasilitas serta panduan setempat.

Prognosis

Prognosis fibroadenoma

Fibroadenoma adalah lesi jinak dan tidak bersifat invasif.

Sebagian lesi dapat tetap stabil, mengecil, atau berubah ukuran dari waktu ke waktu.

Setelah biopsi inti yang konkordan tanpa atipia, prognosis umumnya sangat baik.

Guideline terbaru tidak mewajibkan pencitraan khusus berulang bagi fibroadenoma konkordan yang telah terkonfirmasi.

Pasien dapat mengikuti skrining rutin sesuai usia dan tingkat risiko individual.

Gejala kosmetik atau ketidaknyamanan dapat memengaruhi kualitas hidup meskipun lesinya jinak.

Eksisi biasanya menyelesaikan lesi yang diangkat, tetapi massa baru dapat timbul di bagian payudara lain.

Temuan yang mencurigakan tumor filodes memiliki jalur evaluasi dan prognosis yang berbeda.

Konseling perlu membedakan fibroadenoma dari peningkatan risiko kanker pada konteks klinis lain.

Prognosis individual bergantung pada kepastian diagnosis dan temuan patologi.

SUMBER PEMBELAJARAN

Daftar referensi

  1. Rosenberger LH, White RL, Tafra L, Boughey JC, Johnson NM, Pass HA, et al. American Society of Breast Surgeons and Society of Breast Imaging 2025 Guidelines for the Management of Benign Breast Fibroepithelial Lesions. JAMA Surgery. 2025;160(12):1378-1385. doi: 10.1001/jamasurg.2025.4392.

  2. Klein KA, Kocher M, Lourenco AP, Niell BL, Bennett DL, Chetlen A, et al. ACR Appropriateness Criteria: Palpable Breast Masses, 2022 Update. Journal of the American College of Radiology. 2023;20(5S):S146-S163. doi: 10.1016/j.jacr.2023.02.013.

  3. Duncan AM, Al Youha S, Joukhadar N, Konder R, Stecco C, Wheelock ME. Anatomy of the Breast Fascial System: A Systematic Review of the Literature. Plastic and Reconstructive Surgery. 2022;149(1):28-40. doi: 10.1097/PRS.0000000000008671.

BELAJAR BERSAMA

Diskusi publik

Tanya jawab umum seputar artikel. Tugas dan koreksi kontributor berada di editor.

Baca diskusi secara publik. Login untuk berkomentar

Belum ada diskusi. Mulai dengan pertanyaanmu.

Fibroadenoma Mamma (FAM)

Foto lengkap artikel Fibroadenoma Mamma (FAM)