Langsung ke konten
SurgBookBelajar. Berdiskusi. Berbagi.
Foto artikel Tumor Mammae Perbesar foto
Tumor Mammae

ARTIKEL ILMU BEDAH

Tumor Mammae

12 subartikelDiskusi bersama

DIBANGUN BERSAMA

Tim & aktivitas artikel

Penanggung jawab

Administrator

Kontributor

Belum ada kontributor tambahan.

— / 50 penilai
0Pembaca unik
0Kunjungan unik harian

Pembaca unik dihitung lintas hari. Kunjungan adalah akumulasi hitungan sekali per akun per hari, mulai pencatatan fitur ini.

Login untuk memberi rating artikel

Gambaran umum

Pendekatan umum massa payudara

Istilah tumor mammae menggambarkan massa payudara dan belum menyatakan apakah lesi jinak atau ganas.

Massa dapat berasal dari kista, perubahan fibroepitelial, inflamasi, atau neoplasma.

Usia dan konteks klinis membantu menentukan urutan pemeriksaan.

Setiap massa baru perlu dinilai melalui anamnesis dan pemeriksaan klinis yang sistematis.

Pencitraan diagnostik dipilih sesuai kelompok usia dan temuan klinis.

Biopsi diperlukan bila pencitraan mencurigakan atau hasil perlu dikonfirmasi.

Diagnosis kanker memerlukan penilaian histologi dan biomarker yang relevan.

Kesesuaian hasil klinis, radiologi, dan patologi perlu dipastikan sebelum menentukan tindak lanjut.

Keputusan penanganan massa jinak berbeda dari kanker invasif atau in situ.

Materi ini untuk pembelajaran dan tidak menggantikan evaluasi individual.

Anatomi

Anatomi jaringan payudara

Payudara tersusun dari kulit, lemak, stroma, dan parenkim duktolobular.

Unit terminal duktus-lobulus merupakan komponen glandular utama.

Jaringan tersebut berada di atas fasia pektoralis dan dapat meluas ke ekor aksila.

Ligamen suspensorium dan sistem fasia berperan dalam penyangga serta bentuk payudara.

Komposisi jaringan berubah sepanjang kehidupan dan dipengaruhi faktor hormonal.

Lokasi massa dicatat berdasarkan sisi, kuadran atau posisi jam, serta jarak dari puting.

Kedalaman massa dan hubungannya dengan kulit atau dinding dada perlu dinilai.

Perbedaan anatomi individu dapat memengaruhi temuan klinis dan pencitraan.

Struktur sekitar harus dipertimbangkan ketika merencanakan biopsi atau operasi.

Pemahaman anatomi membantu komunikasi antar klinisi dan interpretasi temuan.

Anatomi

Drainase limfatik dan relevansi klinis payudara

Drainase limfatik payudara terutama menuju nodus regional aksila.

Jalur menuju nodus mamaria interna dan kelompok lain juga dapat berperan.

Pola drainase tidak sepenuhnya seragam pada setiap individu.

Nodus regional dinilai pada pemeriksaan dan pencitraan bila ada indikasi.

Pada kanker, status nodus menjadi bagian penentuan stadium dan rencana terapi.

Biopsi nodus sentinel dapat digunakan pada situasi kanker payudara tertentu.

Tidak semua massa payudara memerlukan evaluasi nodus invasif.

Pembesaran nodus dapat bersifat reaktif maupun terkait keganasan.

Interpretasi nodus harus mempertimbangkan gejala, pencitraan, dan diagnosis jaringan.

Penilaian limfatik yang tepat membantu menghindari tindakan aksila yang tidak perlu.

Etiologi & Faktor Resiko

Etiologi dan faktor risiko massa payudara

Penyebab massa payudara bergantung pada jenis lesi yang mendasarinya.

Perubahan jinak dapat berhubungan dengan struktur kistik atau fibroepitelial.

Risiko kanker payudara meningkat dengan usia tetapi kanker juga dapat terjadi pada usia muda.

Riwayat keluarga dan varian genetik tertentu dapat meningkatkan risiko secara bermakna.

Paparan estrogen sepanjang hidup dan faktor reproduksi ikut dipertimbangkan dalam penilaian risiko.

Riwayat radiasi dada pada usia muda merupakan faktor klinis yang relevan.

Riwayat kanker payudara atau lesi atipikal memengaruhi skrining dan evaluasi.

Faktor risiko tidak dapat memastikan sifat suatu benjolan.

Massa tetap dinilai berdasarkan temuan langsung, pencitraan, dan patologi bila dibutuhkan.

Stratifikasi risiko personal dibahas bersama klinisi sesuai pedoman setempat.

Patofisiologi

Patofisiologi dasar tumor payudara

Tumor payudara mencakup proses biologis yang berbeda sehingga tidak memiliki satu mekanisme tunggal.

Lesi jinak berkembang tanpa invasi jaringan atau metastasis.

Pada karsinoma, perubahan genetik dan epigenetik dapat mengganggu regulasi pertumbuhan sel.

Perubahan dapat melibatkan jalur reseptor hormon, HER2, dan mekanisme perbaikan DNA.

Karsinoma in situ tetap berada di dalam struktur asal tanpa invasi stroma.

Karsinoma invasif menembus membran basal dan dapat menyebar melalui limfe atau darah.

Interaksi sel tumor dengan stroma dan sistem imun turut memengaruhi perkembangan penyakit.

Ekspresi reseptor estrogen, progesteron, dan HER2 membantu mengelompokkan kanker.

Biologi tumor memandu pilihan terapi sistemik selain stadium anatomi.

Penjelasan mekanisme harus dihubungkan dengan hasil patologi pasien, bukan diasumsikan dari benjolan saja.

Klasifikasi

Klasifikasi massa dan kanker payudara

Massa payudara pertama-tama dibedakan menjadi temuan jinak, lesi berisiko, dan keganasan.

Histologi membedakan lesi in situ dari kanker invasif.

Kanker invasif selanjutnya dikelompokkan berdasarkan tipe histologis dan derajat.

Status reseptor estrogen dan progesteron serta HER2 merupakan biomarker utama.

Indeks proliferasi dapat membantu karakterisasi namun ditafsirkan bersama faktor lain.

Subtipe biologis berpengaruh terhadap prognosis dan pilihan terapi sistemik.

Stadium TNM mempertimbangkan ukuran tumor, nodus regional, dan metastasis.

Stadium klinis dan patologis dapat berbeda setelah operasi atau terapi neoadjuvan.

Klasifikasi harus merujuk pada laporan patologi dan standar yang digunakan tim.

Jangan menerapkan kategori kanker pada massa yang belum terbukti ganas.

Anamnesis

Anamnesis Tumor Mamma

Tumor : 

  • Mulai kapan benjolan ? 
  • Doubling time atau waktu yang diperlukan payudara untuk membesar 2 kali lipat ? (100 hari) 
  • Awalnya sebesar apa dan sekarang sebesar apa ? 
  • Apakah cepat membesar ? 
  • Bentuk benjolan bagaimana ? 
  • Jumlah benjolannya berapa ? 
  • Waktu diraba bagaimana (padat atau lunak) ? 
  • Benjolan mudah digerakkan atau lengket pada dinding dada? 
  • Ada rasa nyeri atau tidak ? 
  • Apakah ada perubahan warna kulit ? 
  • Apakah ada kulit yang mengkerut, atau ada borok di kulit ? 
  • Apakah pernah keluar cairan (nanah / darah ) dari puting susu ? 
  • Apakah ada borok di putting susu ? 
  • Apakah puting susu tertarik ke dalam atau tidak ? 

Nodus : 

  • Apakah ada benjolan di tempat lain seperti di ketiak, pundak dan leher?
  • Jumlah benjolan diketiak ?
  • Sejak kapan membesar ?
  • Bengkak di lengan atau tangan ?

Metastasis

  • Apakah ada keluhan nyeri kepala ? 
  • Apakah ada keluhan sesak nafas, batuk ? 
  • Apakah ada keluhan begah di ulu hati? 
  • Apakah ada keluhan nyeri di tulang ? 
  • Apakah ada penurunan berat badan ? pucat, lelah ?

Faktor resiko

  • Pertama kali menstruasi usia berapa? 
  • Apakah sekarang masih mens atau tidak? 
  • Kalau tidak mens, sudah berapa lama? 
  • Apakah sudah menopause, usia berapa? 
  • Melahirkan anak pertama usia berapa, jumlah anaknya berapa? 
  • Apakah menyusui ASI atau tidak? Berapa lama menyusui? 
  • Apakah pakai KB (suntik, pil)? Berapa lama? 
  • Apakah pasien mempunyai riwayat paparan radiasi atau mengalami pengobatan radiasi?  
  • Apakah ada keluarga yang menderita penyakit yang sama atau menderita tumor kandungan? Kalau 
  • ada, saat umur berapa kena? 
  • Riwayat operasi payudara sebelumnya ? 
  • Riwayat operasi kandungan sebelumnya ? 
  • Riwayat radiasi di daerah dada ?

 

 

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan klinis tumor mammae

Jelaskan langkah pemeriksaan, jaga privasi, dan minta persetujuan pasien.

Inspeksi dilakukan pada kedua payudara untuk melihat asimetri dan perubahan kulit.

Perhatikan retraksi puting, edema, eritema, ulserasi, atau cairan spontan.

Palpasi setiap kuadran secara sistematis termasuk daerah retroareolar.

Catat lokasi, ukuran, bentuk, konsistensi, batas, dan mobilitas massa.

Nilai hubungan massa dengan kulit dan dinding dada.

Periksa aksila serta daerah supraklavikula untuk nodus yang membesar.

Temuan klinis tidak dapat menggantikan konfirmasi pencitraan atau biopsi.

Dokumentasikan tanda bahaya dan bandingkan dengan riwayat pemeriksaan terdahulu.

Interpretasi klinis akhir harus dikorelasikan dengan hasil radiologi.

Penunjang

Pemeriksaan penunjang massa payudara

Pencitraan awal massa teraba dipilih menurut usia dan keadaan klinis.

Ultrasonografi biasanya sesuai sebagai pemeriksaan awal pada pasien di bawah 30 tahun.

Pada usia 30 sampai 39 tahun, ultrasonografi dan mammografi diagnostik dapat sesuai.

Pada usia 40 tahun atau lebih, mammografi diagnostik atau tomosintesis umumnya tepat sebagai langkah awal.

Ultrasonografi dapat melengkapi mammografi dan membantu memandu biopsi.

MRI digunakan pada indikasi terpilih dan bukan pemeriksaan pertama untuk semua benjolan.

Temuan mencurigakan memerlukan pengambilan jaringan, umumnya melalui biopsi inti terpandu.

Pada kanker terkonfirmasi, pemeriksaan patologi harus mencakup biomarker yang dibutuhkan untuk terapi.

Pemeriksaan penyebaran sistemik disesuaikan dengan stadium, gejala, dan rencana klinis.

Pemeriksaan tambahan yang tidak mengubah keputusan sebaiknya dihindari.

Diagnosis

Alur diagnosis tumor payudara

Diagnosis dimulai dengan karakterisasi massa melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik.

Pencitraan diagnostik menentukan apakah temuan memerlukan observasi atau pengambilan jaringan.

Biopsi inti menyediakan jaringan untuk menentukan tipe histologis bila ada kecurigaan.

Ketiga komponen klinis, radiologi, dan patologi perlu dibandingkan untuk menilai konkordansi.

Hasil yang tidak sesuai harus ditinjau ulang dan dapat memerlukan biopsi ulang atau eksisi.

Jika kanker terdiagnosis, laporan patologis menyebutkan tipe, derajat, dan biomarker relevan.

Stadium ditetapkan dari informasi tumor, nodus, dan metastasis sesuai pemeriksaan yang terindikasi.

Diagnosis banding massa jinak tetap dipertimbangkan sebelum hasil patologi tersedia.

Kesimpulan mencantumkan tingkat kepastian dan langkah lanjutan yang direncanakan.

Gunakan terminologi standar agar hasil mudah dipahami oleh tim multidisiplin.

Tatalaksana

Prinsip tatalaksana massa dan kanker payudara

Tatalaksana ditentukan setelah diagnosis dan tingkat risiko diketahui.

Massa jinak yang konkordan dapat dikelola secara konservatif sesuai jenis lesi.

Lesi yang belum konkordan atau mencurigakan membutuhkan evaluasi jaringan lebih lanjut.

Pada kanker dini, operasi konservasi payudara atau mastektomi dipilih berdasarkan kondisi tumor dan pasien.

Radioterapi sering menjadi bagian terapi setelah operasi konservasi sesuai indikasi.

Terapi sistemik dapat mencakup terapi endokrin, kemoterapi, anti-HER2, atau imunoterapi sesuai subtipe.

Terapi neoadjuvan dipertimbangkan pada situasi klinis tertentu untuk mengecilkan atau menilai respons tumor.

Diskusi multidisiplin menggabungkan stadium, biomarker, komorbiditas, dan preferensi pasien.

Informasi manfaat dan risiko dibahas sebelum persetujuan tindakan.

Rencana individual mengikuti guideline terkini dan ketersediaan layanan setempat.

Prognosis

Faktor prognosis tumor payudara

Prognosis bergantung pada sifat lesi dan tidak dapat ditentukan dari ukuran benjolan saja.

Untuk kanker, stadium anatomis merupakan salah satu faktor prognosis utama.

Keterlibatan nodus regional dan metastasis memengaruhi perkiraan luaran.

Derajat histologis dan subtipe biomarker memberi informasi biologis tambahan.

Respons terhadap terapi sistemik dapat memengaruhi rencana dan prognosis.

Komorbiditas, usia biologis, dan akses ke terapi juga perlu dipertimbangkan.

Lesi jinak konkordan umumnya memiliki prognosis sangat baik.

Pasien kanker memerlukan tindak lanjut sesuai jenis terapi dan risiko kekambuhan.

Angka prognosis populasi tidak menentukan hasil individu.

Konseling sebaiknya menggunakan informasi patologi lengkap dan keputusan tim multidisiplin.

SUMBER PEMBELAJARAN

Daftar referensi

  1. Klein KA, Kocher M, Lourenco AP, Niell BL, Bennett DL, Chetlen A, et al. ACR Appropriateness Criteria: Palpable Breast Masses, 2022 Update. Journal of the American College of Radiology. 2023;20(5S):S146-S163. doi: 10.1016/j.jacr.2023.02.013.

  2. Park KH, Loibl S, Sohn J, Park YH, Jiang Z, Tadjoedin H, et al. Pan-Asian adapted ESMO Clinical Practice Guidelines for the diagnosis, treatment and follow-up of patients with early breast cancer. ESMO Open. 2024;9(5):102974. doi: 10.1016/j.esmoop.2024.102974.

  3. Duncan AM, Al Youha S, Joukhadar N, Konder R, Stecco C, Wheelock ME. Anatomy of the Breast Fascial System: A Systematic Review of the Literature. Plastic and Reconstructive Surgery. 2022;149(1):28-40. doi: 10.1097/PRS.0000000000008671.

  4. -. PARADE BEDAH. [Catatan pribadi].

    Metadata referensi belum lengkap

BELAJAR BERSAMA

Diskusi publik

Tanya jawab umum seputar artikel. Tugas dan koreksi kontributor berada di editor.

Baca diskusi secara publik. Login untuk berkomentar

Belum ada diskusi. Mulai dengan pertanyaanmu.

Tumor Mammae

Foto lengkap artikel Tumor Mammae