Alur diagnosis tumor payudara
Diagnosis dimulai dengan karakterisasi massa melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik.
Pencitraan diagnostik menentukan apakah temuan memerlukan observasi atau pengambilan jaringan.
Biopsi inti menyediakan jaringan untuk menentukan tipe histologis bila ada kecurigaan.
Ketiga komponen klinis, radiologi, dan patologi perlu dibandingkan untuk menilai konkordansi.
Hasil yang tidak sesuai harus ditinjau ulang dan dapat memerlukan biopsi ulang atau eksisi.
Jika kanker terdiagnosis, laporan patologis menyebutkan tipe, derajat, dan biomarker relevan.
Stadium ditetapkan dari informasi tumor, nodus, dan metastasis sesuai pemeriksaan yang terindikasi.
Diagnosis banding massa jinak tetap dipertimbangkan sebelum hasil patologi tersedia.
Kesimpulan mencantumkan tingkat kepastian dan langkah lanjutan yang direncanakan.
Gunakan terminologi standar agar hasil mudah dipahami oleh tim multidisiplin.
Sumber catatan
- Klein KA, Kocher M, Lourenco AP, Niell BL, Bennett DL, Chetlen A, et al. ACR Appropriateness Criteria: Palpable Breast Masses, 2022 Update. Journal of the American College of Radiology. 2023;20(5S):S146-S163. doi: 10.1016/j.jacr.2023.02.013.
Lokasi catatan: ACR 2022 dan ESMO Pan-Asian 2024 guideline diagnosis massa serta kanker payudara.
Lihat catatan dari sumber ini - Park KH, Loibl S, Sohn J, Park YH, Jiang Z, Tadjoedin H, et al. Pan-Asian adapted ESMO Clinical Practice Guidelines for the diagnosis, treatment and follow-up of patients with early breast cancer. ESMO Open. 2024;9(5):102974. doi: 10.1016/j.esmoop.2024.102974.
Lokasi catatan: ACR 2022 dan ESMO Pan-Asian 2024 guideline diagnosis massa serta kanker payudara.
Lihat catatan dari sumber ini