Fracture of Nasal Bone (Fraktur Nasal)
Fraktur nasal (Nasal fracture) = jenis fraktur wajah yang paling umum,
mewakili 40-50% kasus.
- Permasalahan utama: Fraktur ini dapat mempengaruhi penampilan kosmetik dan fungsi saluran napas.
- Fraktur nasal dan/atau septum nasi lebih umum terjadi pada pria daripada wanita
Sindi A, Abaalkhail Y, Malas M, Alghamdi A, Joharji Ma. Patients With Nasal Fracture. Journal of Craniofacial Surgery 31(3):p e275-e277, May 2020. DOI: 10.1097/SCS.0000000000006269.
Arnold MA, Yanik SC, Suryadevara AC. Septal fractures predict poor outcomes after closed nasal reduction: Retrospective review and survey. Laryngoscope. 2019 Aug;129(8):1784-1790.
Keynote :
- Pemeriksaan fisik adalah standar emas untuk diagnosis fraktur nasal (terutama yang terisolasi); CT-scan non kontras dilakukan jika diduga terdapat fraktur tulang wajah multiple, atau mekanisme trauma high impact.
- Pilihan pendekatan anestesi harus didasarkan pada tolerabilitas metode dan tingkat keparahan fraktur nasal.
- Hematoma septum harus di-drainase segera untuk menghindari komplikasi.
- Closed nasal reduction → umum dilakukan sebelum open septorhinoplasty definitif.
- Closed nasal reduction dapat dilakukan dengan aman dalam kondisi akut; Dapat ditunda selama 7-10 hari.