Langsung ke konten
SurgBookBelajar. Berdiskusi. Berbagi.
Foto artikel Fracture of Nasal Bone (Fraktur Nasal) Perbesar foto
Fracture of Nasal Bone (Fraktur Nasal)

ARTIKEL ILMU BEDAH

Fracture of Nasal Bone (Fraktur Nasal)

11 subartikelDiskusi bersama

DIBANGUN BERSAMA

Tim & aktivitas artikel

Penanggung jawab

Administrator

Kontributor

Belum ada kontributor tambahan.

— / 50 penilai
0Pembaca unik
0Kunjungan unik harian

Pembaca unik dihitung lintas hari. Kunjungan adalah akumulasi hitungan sekali per akun per hari, mulai pencatatan fitur ini.

Login untuk memberi rating artikel

Gambaran umum

Fracture of Nasal Bone (Fraktur Nasal)

Fraktur nasal (Nasal fracture) = jenis fraktur wajah yang paling umum, 
mewakili 40-50% kasus.

  • Permasalahan utama: Fraktur ini dapat mempengaruhi penampilan kosmetik dan fungsi saluran napas.
  • Fraktur nasal dan/atau septum nasi lebih umum terjadi pada pria daripada wanita

Sindi A, Abaalkhail Y, Malas M, Alghamdi A, Joharji Ma. Patients With Nasal Fracture. Journal of Craniofacial Surgery 31(3):p e275-e277, May 2020. DOI: 10.1097/SCS.0000000000006269.
Arnold MA, Yanik SC, Suryadevara AC. Septal fractures predict poor outcomes after closed nasal reduction: Retrospective review and survey. Laryngoscope. 2019 Aug;129(8):1784-1790. 

Keynote : 

  1. Pemeriksaan fisik adalah standar emas untuk diagnosis fraktur nasal (terutama yang terisolasi); CT-scan non kontras dilakukan jika diduga terdapat fraktur tulang wajah multiple, atau mekanisme trauma high impact.
  2. Pilihan pendekatan anestesi harus didasarkan pada tolerabilitas metode dan tingkat keparahan fraktur nasal.
  3. Hematoma septum harus di-drainase segera untuk menghindari komplikasi.
  4. Closed nasal reduction → umum dilakukan sebelum open septorhinoplasty definitif.
  5. Closed nasal reduction dapat dilakukan dengan aman dalam kondisi akut; Dapat ditunda selama 7-10 hari.
     

Anatomi

Belum ada catatan yang disetujui pada subartikel ini.

Etiologi & Faktor Resiko

Belum ada catatan yang disetujui pada subartikel ini.

Patofisiologi

Patofisiologi

Mekanisme paling umum: Pukulan frontal atau lateral ke hidung.
Dapat muncul sebagai fraktur yang undisplaced, displaced, terdepresi, greenstick, atau comminuted.  

Yu H, Jeon M, Kim Y, Choi Y. Epidemiology of violence in pediatric and adolescent nasal fracture compared with adult nasal fracture: An 8-year study. Arch Craniofac Surg. 2019;20(4):228-232. doi:10.7181/acfs.2019.00346.
VandeGriend ZP, Hashemi A, Shkoukani M. Changing trends in adult facial trauma epidemiology. J Craniofac Surg. 2015;26(1):108-112. doi:10.1097/SCS.0000000000001299.
Lu GN, Humphrey CD, Kriet JD. Correction of Nasal Fractures. Facial Plast Surg Clin North Am. 2017;25(4):537-546. doi:10.1016/j.fsc.2017.06.005.
 

Klasifikasi

Belum ada catatan yang disetujui pada subartikel ini.

Anamnesis

Belum ada catatan yang disetujui pada subartikel ini.

Pemeriksaan Fisik

Belum ada catatan yang disetujui pada subartikel ini.

Penunjang

Belum ada catatan yang disetujui pada subartikel ini.

Diagnosis

Belum ada catatan yang disetujui pada subartikel ini.

Tatalaksana

Tatalaksana

Anastesi : 

  • Dalam banyak kasus, kombinasi LA dan topikal cukup untuk menghilangkan ketidaknyamanan
  • Pasien pediatrik → idealnya harus dilakukan dengan GA.
  • Sebagian besar fraktur tipe IIa hingga tipe IV orang dewasa dapat direduksi dengan kombinasi anestesi lokal topikal & infiltratif. 
  • Studi terbaru menemukan perbedaan yang tidak signifikan pada hasil klinis antara GA dan LA dalam manipulasi pasien dengan fraktur nasal, dan pilihan pendekatan anestesi harus didasarkan pada tolerabilitas metode dan tingkat keparahan fraktur nasal.

Xu, T., Yi, X., Xia, S. et al. Comparison of outcomes for general and local anesthesia in the management of nasal bone fractures: a meta-analysis. Eur J Med Res 29, 306 (2024). https://doi.org/10.1186/s40001-024-01896-3.


Observasi : Non operatif

Indikasi utama

  • Fraktur yang tidak bergeser tanpa deformitas hidung atau obstruksi jalan napas.

Indikasi lebih lanjut

  • Fraktur tulang yang tidak bergeser
  • Tidak ada deformitas hidung yang relevan secara klinis pada pemeriksaan fisik
  • Tidak ada bukti klinis obstruksi jalan napas
  • Pasien harus dipantau hingga semua pembengkakan teratasi untuk memastikan tidak ada deformitas yang terlewatkan.

Septal hematoma/abscess drainage.

  1. Lakukan rhinoskopi anterior;
  2. Insisi mukoperikondrium dengan pisau bedah no. 11
  3. Setelah hematoma didrainase, drainase kecil dapat dibuat untuk menjaga agar sayatan tetap terbuka selama sekitar 3-5 hari (atau lebih lama untuk irigasi berkelanjutan jika terinfeksi).


Closed nasal reduction

  1. Anestesi topikal dan vasokonstriktor diberikan melalui kapas di hidung. 
  2. Lakukan tekanan dengan digiti di sepanjang sepertiga bagian atas hidung.
  3. Ini menjadi manuver yang efektif pada deviasi ringan.
  4. Elevator ditempatkan di sisi cekung (sisi terdepresi)
  5. Pada saat yang sama, setelah segmen cekung diangkat, jari ditempatkan di sepanjang sisi cembung (sisi yang patah ke luar).
  6. Segmen yang patah didorong ke arah medial untuk membawa tulang hidung ke mid line.


Septorhinoplasty

 

 

Prognosis

Belum ada catatan yang disetujui pada subartikel ini.

SUMBER PEMBELAJARAN

Daftar referensi

Belum ada referensi yang dikonfirmasi pada catatan artikel ini.

BELAJAR BERSAMA

Diskusi publik

Tanya jawab umum seputar artikel. Tugas dan koreksi kontributor berada di editor.

Baca diskusi secara publik. Login untuk berkomentar

Belum ada diskusi. Mulai dengan pertanyaanmu.

Fracture of Nasal Bone (Fraktur Nasal)

Foto lengkap artikel Fracture of Nasal Bone (Fraktur Nasal)