Tatalaksana
Anastesi :
- Dalam banyak kasus, kombinasi LA dan topikal cukup untuk menghilangkan ketidaknyamanan
- Pasien pediatrik → idealnya harus dilakukan dengan GA.
- Sebagian besar fraktur tipe IIa hingga tipe IV orang dewasa dapat direduksi dengan kombinasi anestesi lokal topikal & infiltratif.
- Studi terbaru menemukan perbedaan yang tidak signifikan pada hasil klinis antara GA dan LA dalam manipulasi pasien dengan fraktur nasal, dan pilihan pendekatan anestesi harus didasarkan pada tolerabilitas metode dan tingkat keparahan fraktur nasal.
Xu, T., Yi, X., Xia, S. et al. Comparison of outcomes for general and local anesthesia in the management of nasal bone fractures: a meta-analysis. Eur J Med Res 29, 306 (2024). https://doi.org/10.1186/s40001-024-01896-3.
Observasi : Non operatif
Indikasi utama
- Fraktur yang tidak bergeser tanpa deformitas hidung atau obstruksi jalan napas.
Indikasi lebih lanjut
- Fraktur tulang yang tidak bergeser
- Tidak ada deformitas hidung yang relevan secara klinis pada pemeriksaan fisik
- Tidak ada bukti klinis obstruksi jalan napas
- Pasien harus dipantau hingga semua pembengkakan teratasi untuk memastikan tidak ada deformitas yang terlewatkan.
Septal hematoma/abscess drainage.
- Lakukan rhinoskopi anterior;
- Insisi mukoperikondrium dengan pisau bedah no. 11
- Setelah hematoma didrainase, drainase kecil dapat dibuat untuk menjaga agar sayatan tetap terbuka selama sekitar 3-5 hari (atau lebih lama untuk irigasi berkelanjutan jika terinfeksi).
Closed nasal reduction
- Anestesi topikal dan vasokonstriktor diberikan melalui kapas di hidung.
- Lakukan tekanan dengan digiti di sepanjang sepertiga bagian atas hidung.
- Ini menjadi manuver yang efektif pada deviasi ringan.
- Elevator ditempatkan di sisi cekung (sisi terdepresi)
- Pada saat yang sama, setelah segmen cekung diangkat, jari ditempatkan di sepanjang sisi cembung (sisi yang patah ke luar).
- Segmen yang patah didorong ke arah medial untuk membawa tulang hidung ke mid line.
Septorhinoplasty
Sumber catatan
Belum memiliki sumber