Langsung ke konten
SurgBookBelajar. Berdiskusi. Berbagi.
Foto artikel  STRUMA NODUSA NON TOKSIK (SNNT) Perbesar foto
STRUMA NODUSA NON TOKSIK (SNNT)

ARTIKEL ILMU BEDAH

STRUMA NODUSA NON TOKSIK (SNNT)

11 subartikelDiskusi bersama

DIBANGUN BERSAMA

Tim & aktivitas artikel

Penanggung jawab

Administrator

Kontributor

Belum ada kontributor tambahan.

— / 50 penilai
0Pembaca unik
0Kunjungan unik harian

Pembaca unik dihitung lintas hari. Kunjungan adalah akumulasi hitungan sekali per akun per hari, mulai pencatatan fitur ini.

Login untuk memberi rating artikel

Gambaran umum

Belum ada catatan yang disetujui pada subartikel ini.

Anatomi

Belum ada catatan yang disetujui pada subartikel ini.

Etiologi & Faktor Resiko

Belum ada catatan yang disetujui pada subartikel ini.

Patofisiologi

Patofisiologi

Sintesis hormone tiroid melalui beberapa Langkah:

  1. Iodin trapping merupakan langkah pertama pada metabolisme iodin. Proses diawali dengan pengambilan iodida dari kapiler ke dalam sel folikuler dengan active transport system melawan gradien Na/iodine menggunakan energi dari pompa Na+/K+. Kemudian langkah kedua dilanjutkan dengan sintesis tiroglobulin oleh sel folikuler. Langkah ketiga merupakan oksidasi iodida menjadi iodin pada lumen folikel. Kemudian terjadi iodinisasi dari tirosine pada tiroglobulin, dari monoiodotirosin (MIT) menjadi diiodotirosin (DIT). Dua molekul DIT bergabung menjadi tiroksin (T4), dan satu DIT dengan satu MIT bergabung menjadi triiodotironin (T3). Reaksi penggabungan tersebut dimediasi oleh tiroid peroksidase (TPO).
  2. Pada kondisi eutiroid, T4 diproduksi dan dilepas seluruhnya oleh glandula tiroid, dan hanya 20% dari total T3 diproduksi oleh tiroid. Kebanyakan T3 diproduksi oleh deiodinsasi perifer dari T4 pada liver, otot, ginjal, dan pituitary anterior.
  3. Tiroid hormone ditransportasikan dengan terikat pada T4-binding globulin, T4-binding prealbumin dan albumin. Hanya 0.02% dari tiroid hormone (T3 dan T4) yang free (tidak terikat) dan secara fisiologis komponen aktif.
  4. T3 lebih poten dari kedua hormone diatas, walaupun tingkat sirkulasi plasmanya lebih rendah dari T4. T3 lebih lemah ikatannya dengan protein, sehingga dapat masuk ke jaringan lebih mudah. T3 lebih aktif 3-4 kali dari T4 per uni beratnya, dengan masa paruh 1 hari, dibandingkan T4 yang 7 hari.
  5. TSH memediasi trapping iodide, sekresi dan pelepasan hormone tiroid. Sekresi TSH oleh pituitary anterior dan diregulasi oleh negative feedback dari T4 dan T3.
  6. Gejala hipertiroid : intoleransi panas, peningkatakan produksi keringat dan mudah haus, penurunan berat badan walaupun intake kalori adekuat. Dan gejala stimulasi adrenergic yaitu palpitasi, nervousness, kelelahan, emosi yang labil, dan tremor. Gejala GI tract berupa diare juga sering terjadi
  7. Gejala hipotiroid : kelelahan, penambahan berat badan, intoleransi dingin, konstipasi, menorraghia. Pada hipotiroid berat terjadi penumpukan glikosaminoglikan di jaringan subkutan menjadikan wajah dan periorbital nampak membengkak. Kulit tampak kasar dan kering, rambut tampak kering dan rapuh dapat juga terjadi hair loss.
  8. Gejala ca tiroid : terdapat gejala massa di leher anterior atau lateral  (KGB) yang progresif, terdapat gejala infiltrative seperti suara parau, sesak, disfagia, atau nyeri.

 

Klasifikasi

Belum ada catatan yang disetujui pada subartikel ini.

Anamnesis

Belum ada catatan yang disetujui pada subartikel ini.

Pemeriksaan Fisik

Belum ada catatan yang disetujui pada subartikel ini.

Penunjang

Belum ada catatan yang disetujui pada subartikel ini.

Diagnosis

Diagnosis

Perbedaan TSH, FT4, T3, dan T4

  • Triiodotironin atau T3 merupakan bentuk aktif dari hormon tiroid. T3 didapat dari deiodinisasi dari "prohormon" tiroksin atau T4 pada level jaringan. T3 memiliki afinitas lebih tinggi daripada T4 pada jaringan dan terbentuk dari deiodinisasi T3, oleh karena itu T4 disebut sebagai prohormon. Berbeda dengan bentuk yang terikat (T3 dan T4), free T3 dan free T4 merupakan bentuk yang beredar pada vaskularisasi sistemik.
  • Thyroid stimulating hormone atau TSH merupakan senyawa yang disekresi oleh kelenjar ptuitari untuk meregulasi hormon tiroid. Penurunan level T4 sistemik akan menstimulai ptuitari untuk meningkatkan produksi TSH. TSH menstimulasi kelenjar tiroid untuk mensekresi lebih banyak T4.
  • Pemilihan  pemeriksaan hipertiroid TSH dan FT4
  • TSH digunakan sebagai uji saring disfungsi tiroid dan memiliki sensitivitas dan spesifitas yang tinggi, pada kasus hipertiroid kadar TSH turun di bawah normal. 
  • Sedangkan fT4 berfungsi untuk konfirmasi diagnosis disfungsi tiroid, pada pasien hipertiroid meningkat. --> jadi jika kadar TSH menurun tapi fT4 normal, maka perlu dilakukan pemeriksaan tambahan T3
  • Sedangkan pemeriksaan T3 dan T4 digunakan untuk menentukan gangguan tiroid subklinis.
  • Waktu paruh TSH 30-60 menit
  • Waktu paruh T4 ( 5-9 hari) lebih lama dibanding T3 (1 hari)

Interpretasi : 

  1. Kelainan T3 toksikosis jika : TSH menurun, fT4 normal, namun T3 meningkat
  2. Hipertiroid subklinis : kadar TSH menurun , kadar T3 dan T4 normal
  3. Hipotiroid subklinis : kadar TSH meningkat , kadar T3 dan T4 normal
  4. Apa gejala hipertiroid?

Gejala hipertiroid merefleksikan peningkatan metabolisme dalam tubuh, seperti penurunan berat badan tanpa penurunan asupan nutrisi, palpitasi, diare, intoleransi terhadap panas, dan diaforesis. Pada wanita bisa juga disertai gangguan siklus menstruasi.

Tatalaksana

Belum ada catatan yang disetujui pada subartikel ini.

Prognosis

Belum ada catatan yang disetujui pada subartikel ini.

SUMBER PEMBELAJARAN

Daftar referensi

  1. -. PARADE BEDAH. [Catatan pribadi].

    Metadata referensi belum lengkap

BELAJAR BERSAMA

Diskusi publik

Tanya jawab umum seputar artikel. Tugas dan koreksi kontributor berada di editor.

Baca diskusi secara publik. Login untuk berkomentar

Belum ada diskusi. Mulai dengan pertanyaanmu.

STRUMA NODUSA NON TOKSIK (SNNT)

Foto lengkap artikel  STRUMA NODUSA NON TOKSIK (SNNT)