Patofisiologi
Sintesis hormone tiroid melalui beberapa Langkah:
- Iodin trapping merupakan langkah pertama pada metabolisme iodin. Proses diawali dengan pengambilan iodida dari kapiler ke dalam sel folikuler dengan active transport system melawan gradien Na/iodine menggunakan energi dari pompa Na+/K+. Kemudian langkah kedua dilanjutkan dengan sintesis tiroglobulin oleh sel folikuler. Langkah ketiga merupakan oksidasi iodida menjadi iodin pada lumen folikel. Kemudian terjadi iodinisasi dari tirosine pada tiroglobulin, dari monoiodotirosin (MIT) menjadi diiodotirosin (DIT). Dua molekul DIT bergabung menjadi tiroksin (T4), dan satu DIT dengan satu MIT bergabung menjadi triiodotironin (T3). Reaksi penggabungan tersebut dimediasi oleh tiroid peroksidase (TPO).
- Pada kondisi eutiroid, T4 diproduksi dan dilepas seluruhnya oleh glandula tiroid, dan hanya 20% dari total T3 diproduksi oleh tiroid. Kebanyakan T3 diproduksi oleh deiodinsasi perifer dari T4 pada liver, otot, ginjal, dan pituitary anterior.
- Tiroid hormone ditransportasikan dengan terikat pada T4-binding globulin, T4-binding prealbumin dan albumin. Hanya 0.02% dari tiroid hormone (T3 dan T4) yang free (tidak terikat) dan secara fisiologis komponen aktif.
- T3 lebih poten dari kedua hormone diatas, walaupun tingkat sirkulasi plasmanya lebih rendah dari T4. T3 lebih lemah ikatannya dengan protein, sehingga dapat masuk ke jaringan lebih mudah. T3 lebih aktif 3-4 kali dari T4 per uni beratnya, dengan masa paruh 1 hari, dibandingkan T4 yang 7 hari.
- TSH memediasi trapping iodide, sekresi dan pelepasan hormone tiroid. Sekresi TSH oleh pituitary anterior dan diregulasi oleh negative feedback dari T4 dan T3.
- Gejala hipertiroid : intoleransi panas, peningkatakan produksi keringat dan mudah haus, penurunan berat badan walaupun intake kalori adekuat. Dan gejala stimulasi adrenergic yaitu palpitasi, nervousness, kelelahan, emosi yang labil, dan tremor. Gejala GI tract berupa diare juga sering terjadi
- Gejala hipotiroid : kelelahan, penambahan berat badan, intoleransi dingin, konstipasi, menorraghia. Pada hipotiroid berat terjadi penumpukan glikosaminoglikan di jaringan subkutan menjadikan wajah dan periorbital nampak membengkak. Kulit tampak kasar dan kering, rambut tampak kering dan rapuh dapat juga terjadi hair loss.
- Gejala ca tiroid : terdapat gejala massa di leher anterior atau lateral (KGB) yang progresif, terdapat gejala infiltrative seperti suara parau, sesak, disfagia, atau nyeri.
