Diagnosis
Perbedaan TSH, FT4, T3, dan T4
- Triiodotironin atau T3 merupakan bentuk aktif dari hormon tiroid. T3 didapat dari deiodinisasi dari "prohormon" tiroksin atau T4 pada level jaringan. T3 memiliki afinitas lebih tinggi daripada T4 pada jaringan dan terbentuk dari deiodinisasi T3, oleh karena itu T4 disebut sebagai prohormon. Berbeda dengan bentuk yang terikat (T3 dan T4), free T3 dan free T4 merupakan bentuk yang beredar pada vaskularisasi sistemik.
- Thyroid stimulating hormone atau TSH merupakan senyawa yang disekresi oleh kelenjar ptuitari untuk meregulasi hormon tiroid. Penurunan level T4 sistemik akan menstimulai ptuitari untuk meningkatkan produksi TSH. TSH menstimulasi kelenjar tiroid untuk mensekresi lebih banyak T4.
- Pemilihan pemeriksaan hipertiroid TSH dan FT4
- TSH digunakan sebagai uji saring disfungsi tiroid dan memiliki sensitivitas dan spesifitas yang tinggi, pada kasus hipertiroid kadar TSH turun di bawah normal.
- Sedangkan fT4 berfungsi untuk konfirmasi diagnosis disfungsi tiroid, pada pasien hipertiroid meningkat. --> jadi jika kadar TSH menurun tapi fT4 normal, maka perlu dilakukan pemeriksaan tambahan T3
- Sedangkan pemeriksaan T3 dan T4 digunakan untuk menentukan gangguan tiroid subklinis.
- Waktu paruh TSH 30-60 menit
- Waktu paruh T4 ( 5-9 hari) lebih lama dibanding T3 (1 hari)
Interpretasi :
- Kelainan T3 toksikosis jika : TSH menurun, fT4 normal, namun T3 meningkat
- Hipertiroid subklinis : kadar TSH menurun , kadar T3 dan T4 normal
- Hipotiroid subklinis : kadar TSH meningkat , kadar T3 dan T4 normal
- Apa gejala hipertiroid?
Gejala hipertiroid merefleksikan peningkatan metabolisme dalam tubuh, seperti penurunan berat badan tanpa penurunan asupan nutrisi, palpitasi, diare, intoleransi terhadap panas, dan diaforesis. Pada wanita bisa juga disertai gangguan siklus menstruasi.
Sumber catatan
Belum memiliki sumber