Peran pencitraan pada hernia inguinalis
Hernia inguinalis yang jelas pada pemeriksaan sering dapat didiagnosis secara klinis tanpa pencitraan rutin.
Pencitraan dipertimbangkan bila benjolan tidak tampak atau temuan pemeriksaan meragukan.
Ultrasonografi dapat menilai regio groin secara dinamis saat pasien melakukan manuver tertentu.
Hasil ultrasonografi bergantung pada teknik pemeriksaan dan pengalaman pemeriksa.
MRI dapat membantu pada dugaan hernia tersembunyi atau ketika diagnosis banding jaringan lunak masih luas.
CT dapat dipakai bila perlu menilai anatomi abdomen dan kemungkinan komplikasi atau diagnosis lain.
Pilihan modalitas mempertimbangkan pertanyaan klinis, kondisi pasien, biaya, serta akses setempat.
Pencitraan negatif tidak selalu meniadakan hernia kecil bila gejala dan pemeriksaan tetap mengarah.
Interpretasi radiologi perlu dikaitkan dengan sisi keluhan dan temuan klinis.
Pemeriksaan tambahan sebaiknya dilakukan bila hasilnya berpotensi mengubah keputusan tata laksana.
Sumber catatan
- Stabilini C, van Veenendaal N, Aasvang E, Agresta F, Aufenacker T, Berrevoet F, et al. Update of the international HerniaSurge guidelines for groin hernia management. BJS Open. 2023;7(5):zrad080. doi: 10.1093/bjsopen/zrad080.
Lokasi catatan: Pedoman HerniaSurge 2023: diagnosis klinis dan evaluasi pencitraan ketika pemeriksaan tidak konklusif.
Lihat catatan dari sumber ini