Kolelitiasis
Kolelithiasis atau batu empedu adalah adanya endapan yang mengeras dari cairan yang terbentuk di gallbladder
Cholelithiasis adalah kondisi terbentuknya batu (kalkuli) di dalam kandung empedu (gallbladder), yang tersusun terutama dari kolesterol, pigmen bilirubin, atau campuran keduanya. Batu empedu dapat bersifat asimtomatik (silent gallstones) atau menimbulkan gejala seperti kolik bilier (nyeri epigastrium atau kuadran kanan atas pasca makan/post-prandial) bila menyumbat duktus sistikus atau biliaris
Obstruksi yang berkepanjangan atau impaksi total batu di dalam saluran biliar → kolesistitis, kolangitis, pancreatitis. Pada tahap ini, nyeri akan bersifat konstan dan progresif.
Di negara maju
- Ditemukan 10‒15% dari populasi dewasa, dengan prevalensi terbanyak jenis kolelitiasis kolesterol 90-95%. Ditemukan pada 6% pria dan 9% wanita
- 80% kasus kolelitiasis tidak bergejala.
- Penemuan kolelitiasis seringkali tidak disengaja, misalnya saat dilakukan pemeriksaan medis rutin atau pada kondisi medis lainnya.
- Sekitar 1‒2% mengalami kolik bilier. Setiap tahunnya, 0,1‒0,3% berkembang menjadi komplikasi seperti kolesistitis, koledokolitiasis, pankreatitis batu empedu, dan kolangitis.
Di Asia
- Ditemukan 3‒10% populasi.
- Kolelitiasis pigmen coklat pada duktus koledokus lebih sering ditemukan di Asia, hal ini berkaitan dengan infestasi parasit. Namun, seiring dengan meningkatnya asupan pola diet Barat (Westernized diet) berpotensi meningkatkan risiko kolelitiasis kolesterol.
- Sementara itu, belum terdapat data epidemiologi kolelitiasis di Indonesia.
Sumber catatan
- Fujita N, Yasuda I, Endo I, Isayama H, Iwashita T, Ueki T, et al. Evidence-based clinical practice guidelines for cholelithiasis 2021. J Gastroenterol. 2023;58(9):801-833. doi: 10.1007/s00535-023-02014-6.
Lokasi catatan: Pedoman JSGE 2021 terbit 2023: klasifikasi batu, epidemiologi, dan riwayat alami kolelitiasis.
Lihat catatan dari sumber ini