Langsung ke konten
SurgBookBelajar. Berdiskusi. Berbagi.
Foto artikel Skin Traction (Traksi Kulit) Perbesar foto
Skin Traction (Traksi Kulit)

ARTIKEL ILMU BEDAH

Skin Traction (Traksi Kulit)

3 subartikelDiskusi bersama

DIBANGUN BERSAMA

Tim & aktivitas artikel

Penanggung jawab

Administrator

Kontributor

Belum ada kontributor tambahan.

— / 50 penilai
0Pembaca unik
0Kunjungan unik harian

Pembaca unik dihitung lintas hari. Kunjungan adalah akumulasi hitungan sekali per akun per hari, mulai pencatatan fitur ini.

Login untuk memberi rating artikel

Gambaran umum

Skin Traction (Traksi Kulit)

Tujuan traksi:

  1. Mengurangi fraktur dan meluruskan kembali fragmen tulang dengan mengatasi spasme otot.
  2. Mempertahankan panjang dan keselarasan skeletal.
  3. Mengurangi dan mengobati dislokasi.
  4. Imobilisasi dan mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut.

Kontraindikasi:

  1. Abrasi dan laserasi pada kulit di area yang akan diterapkan traksi.
  2. Gangguan sirkulasi – Varises, ancaman gangren.
  3. Dermatitis.
  4. Bila terdapat pemendekan yang nyata pada fragmen tulang, maka berat traksi yang dibutuhkan melebihi 6,7 kg dan tidak dapat diterapkan melalui kulit.

Berat Traksi:

Sebagai aturan umum untuk fraktur femur, gunakan berat traksi sebesar 10% dari berat badan.

  • Untuk counter-traction, naikkan kepala tempat tidur 5 cm untuk setiap 1 kg (atau 1 inci per 1 pon).
  • Berat traksi maksimum adalah 6,7 kg (15 lb). Perhatikan kualitas kulit: jika kualitas kulit buruk, berat maksimum dikurangi menjadi 4,5 kg (10 lb) atau pertimbangkan traksi skeletal.

Perkiraan Waktu Pengobatan:

  1. Jangka pendek, hingga terapi definitif dilakukan.
  2. Jika ditangani secara konservatif (tanpa rencana tindakan operatif): Traksi dihentikan saat kalus terlihat cukup pada minggu ke-3.

Waktu total penyembuhan fraktur (dalam minggu):

  • = Usia anak (dalam tahun) + 2 minggu.
  • Pembentukan kalus awal terjadi dalam sepertiga waktu total penyembuhan.
  • Waktu rehabilitasi berkisar antara 2 hingga 4 minggu.

Aplikasi

Aplikasi

Persiapan Alat

Peralatan Traksi Kulit yang Tersedia secara Komersial:

Peralatan Traksi Kulit Sederhana (Simple Skin Traction Kit):

  1. Gulungan pita perekat non-elastis (nonelastic adhesive strapping), Lebar kurang lebih 3 inci (8 cm)
  2. Bantalan busa (foam padding) untuk melindungi area malleolus
  3. Balok kayu sebagai spacer (wooden spacer block), Dibor sesuai kebutuhan untuk mengaitkan tali traksi

Peralatan ini digunakan untuk penerapan traksi kulit secara sederhana dan efektif, terutama dalam situasi konservatif atau jangka pendek sebelum tindakan definitif dilakukan.

Konfigurasi Umum Traksi Kulit:

  • Traksi kulit lurus (straight skin traction) dicapai dengan menggantungkan beban di ujung tempat tidur.

  • Jika traksi kulit akan digunakan lebih dari 24 jam, maka untuk meningkatkan kenyamanan pasien dan kontrol fraktur yang lebih baik, dapat digunakan traksi kulit seimbang (balanced skin traction) seperti metode Hamilton-Russell, yang memungkinkan posisi lutut dan panggul sedikit fleksi serta elevasi ekstremitas.

  • Konfigurasi traksi dan penyangga tungkai ini juga dapat disesuaikan untuk mengontrol rotasi femur, dengan mengarahkan penyangga ke arah medial atau lateral sesuai kebutuhan.


Cara Penggunaan

Sebelum Pemasangan Pita Traksi Perekat:

  • Oleskan Friar’s Balsam (tincture of benzoin) atau zat setara pada kulit — ini berfungsi untuk:
    • Meningkatkan daya rekat pita perekat,
    • Melindungi kulit dari iritasi akibat perekat.

Cara Pemasangan Pita Traksi:

  1. Tempelkan pita traksi perekat pada tungkai bawah, dimulai dari tingkat lutut hingga ke daerah supramaleolar (tepat di atas pergelangan kaki).
  2. Pastikan pita terpasang rata dan simetris, serta tidak menimbulkan lipatan yang dapat menyebabkan lecet atau tekanan berlebih pada kulit.

Langkah-Langkah Pemasangan Traksi Kulit:

  1. Pasang pita perekat pada sisi dalam tungkai terlebih dahulu.
    • Gulung sedikit lebih lanjut untuk memungkinkan pemasangan:
    • Balok kayu penyangga (wooden spacer)
  2. Bantalan busa (foam padding) pada area malleolus (pergelangan kaki)
  3. Setelah spacer dan bantalan diposisikan dengan benar,
    • Lanjutkan menempelkan pita ke sisi luar tungkai.
    • ⚠️ Pastikan balok kayu penyangga terletak secara melintang, yaitu sejajar dengan telapak kaki, untuk distribusi beban yang tepat.
  4. Hindari lipatan atau kerutan pada pita perekat saat pemasangan — ini sangat penting untuk mencegah terbentuknya lepuh (blister).
  5. Setelah pita perekat terpasang dengan benar dan bagian bawah yang empuk menutupi area malleolus,
    • Bungkus tungkai dengan perban nonelastis secara hati-hati:
      • Mulai dari sedikit di atas malleolus
      • Hingga ke bagian atas pita perekat

???? Tujuan dari penggunaan perban nonelastis adalah untuk menstabilkan posisi traksi, mencegah pergeseran, dan melindungi kulit dari gesekan atau tekanan yang tidak merata.

 

Jenis Traksi Kulit

Jenis Traksi Kulit

1. Buck’s Traction atau Buck’s Extension
(Traksi kulit lurus tanpa sistem katrol seimbang)

Indikasi Penggunaan (sebagai penatalaksanaan sementara atau konservatif):

  1. Fraktur leher femur (femoral neck)
  2. Fraktur batang femur (femoral shaft) pada anak yang lebih besar
  3. Fraktur asetabulum yang tidak bergeser (undisplaced fractures of the acetabulum)
  4. Setelah reduksi dislokasi panggul (post-reduction of hip dislocation)
  5. Untuk memperbaiki deformitas fleksi ringan pada pinggul atau lutut
  6. Sebagai pengganti traksi pelvis dalam penatalaksanaan nyeri punggung bawah (low back pain)

???? Catatan: Buck’s traction digunakan terutama untuk immobilisasi sementara, mengurangi spasme otot, dan menstabilkan ekstremitas bawah sebelum tindakan definitif atau sebagai bagian dari terapi konservatif.

2. Hamilton-Russell Traction

Merupakan modifikasi dari Buck’s traction yang dikombinasikan dengan sling di bawah lutut, membentuk sistem traksi seimbang. Sistem ini memungkinkan posisi fleksi ringan pada lutut dan panggul serta elevasi ekstremitas bawah.

Komponen Utama:

  1. Buck’s traction (traksi lurus pada tungkai bawah)
  2. Sling di bawah lutut untuk menyangga ekstremitas dan mengarahkan vektor traksi secara tepat
  3. Sistem katrol yang memungkinkan pengaturan arah traksi dan distribusi beban secara seimbang

Indikasi Penggunaan:

  1. Fraktur femur distal
  2. Fraktur intertrokanterik dan subtrokanterik (terutama pada anak)
  3. Nyeri pinggul atau lutut pasca trauma atau prosedur

Dapat digunakan sementara sebelum tindakan definitif, seperti ORIF (Open Reduction and Internal Fixation)

3. Bryant’s Traction

Merupakan kombinasi dari Buck’s traction dengan posisi gallows (kaki diangkat secara vertikal), khusus untuk anak kecil atau bayi.

Komponen dan Prinsip:

Kombinasi:

  1. Buck’s traction (traksi kulit lurus pada tungkai bawah)
  2. Dengan kedua tungkai diangkat vertikal ke atas (seperti digantung) → posisi gallows

Counter-traction diperoleh dengan menaikkan kasur/tempat tidur bagian bawah → mencegah anak "tertarik" ke atas oleh traksi

Indikasi:

  1. Fraktur femur pada bayi dan anak kecil (biasanya <2–3 tahun)
  2. Fraktur batang femur (shaft)
  3. Kadang digunakan pasca-reduksi dislokasi panggul kongenital (dalam kasus tertentu)

Cara Kerja:

  • Kedua kaki dibalut dengan pita perekat traksi, kemudian diangkat secara vertikal (90° ke tubuh), biasanya menggunakan katrol di atas tempat tidur
  • Berat traksi ringan (karena digunakan pada bayi/kecil)
  • Panggul sedikit terangkat dari kasur → memungkinkan traksi sejajar dengan tulang femur

Tujuan:

  1. Meluruskan kembali fragmen tulang
  2. Mengurangi spasme otot
  3. Menjaga posisi dan panjang tulang selama penyembuhan

4. Forearm Skin Traction

Merupakan jenis traksi kulit yang diterapkan pada lengan bawah (forearm), digunakan dalam kondisi tertentu terutama pada trauma ekstremitas atas.

Indikasi:

  • Elevasi lengan bawah pada cedera ekstremitas atas → untuk:
    • Mengurangi pembengkakan (edema)
    • Mengontrol nyeri
    • Meningkatkan sirkulasi limfe dan vena
  • Fraktur klavikula yang sulit (difficult clavicle fractures)
    • Terutama saat diperlukan traksi ringan ke distal untuk membantu reposisi atau mengurangi tumpang tindih fragmen.

Prinsip dan Penerapan:

  1. Pita perekat nonelastis dibalut di sepanjang lengan bawah, biasanya dari pergelangan tangan ke bawah siku.
  2. Bantalan busa ditempatkan untuk melindungi area bertekanan seperti pergelangan tangan dan siku.
  3. Spacer dan tali traksi dilekatkan di ujung distal (sekitar pergelangan tangan).
  4. Traksi diarahkan ke bawah dan sedikit posterior, dengan lengan dalam posisi elevasi, biasanya digantung menggunakan penyangga atau katrol.

Tujuan:

  1. Imobilisasi ringan
  2. Reduksi tidak langsung melalui traksi lunak
  3. Mengontrol pembengkakan setelah trauma lengan atas atau bahu
  4. Dapat menjadi terapi sementara sebelum tindakan definitif

 

SUMBER PEMBELAJARAN

Daftar referensi

Belum ada referensi yang dikonfirmasi pada catatan artikel ini.

BELAJAR BERSAMA

Diskusi publik

Tanya jawab umum seputar artikel. Tugas dan koreksi kontributor berada di editor.

Baca diskusi secara publik. Login untuk berkomentar

Belum ada diskusi. Mulai dengan pertanyaanmu.

Skin Traction (Traksi Kulit)

Foto lengkap artikel Skin Traction (Traksi Kulit)