Perbedaan gambaran Frozen section keratosis seboroik nevus dan melanoma maligna
- Nevus -> Intradermal ( tak ganas, benjolan seperti papilloma (sering berambut), bersifat Junctional , Terjadi pada junction lapisan basal epidermis. Dapat mempunyai kecenderungan menjadi ganas. Bermacam ukuran, pipih dan tak berambut Pada pemeriksaan histopatologi beku sel naevus terpisah dari tempat utama naevus dengan jar. normal (junctional element) sehingga harus ikut terambil saat excisi.
- Melanoma malignant -> frozen section untuk melanoma malignan jarang, bahkan beberapa pendapat tidak disarankan.
"Primary intraoperative diagnosis of a melanocytic lesion is almost never warranted because the histologic detail and prognostic factors may be obscured. Depth of invasion and degree of cytologic atypia cannot be interpreted accurately on FS"
Hal tersebut karna diagnosis intraoperatif lesi melanositik dapat tidak terinterpretasi dengan akurat dengan frozen section. Oleh karena detail histologis dan faktor prognostik yang dapat tersembunyi. Penggunaan HE untuk menunjukkan atypical melanositik tidak terlalu jelas atau dominan.
- Keratosis seboroik
"It can be divided into six major histopathological variants: acanthotic, hyperkeratotic, adenoid, irritated, clonal, and melanoacanthoma. Histopathologically, all of the subtypes have three features in common: hyperkeratosis, acanthosis, and papillomatosis"
Gambaran histopatologisnya tergantung subtipenya: akantotik, hiperkeratotik, adenoid, iritated, klonal dan melanoakantoma tetapi gambaran umum histopatologisnya adalah
Hiperkeratosis, akantosis dan papilomatosis
Namun frozen section/HE staining keratosis seboroik dapat meniru entitas awal dari suatu keganasan seperti BCC,SCC bahkan melanoma