Anatomi Vaskular
Anatomi Vaskular
Pembuluh darah terdiri dari 3 lapis;
- Tunika intima : endotel, membrane basement dan jaringan konektif kolagen, interna membrane elastic
- Tunika media; lapisan yang paling tebal
- Tunika adventisia, lapisan yang paling kuat
Vena : Vena yang berdiameter > 2 mm memiliki one way valve.
ENDOTEL
(Prof Teddy Ontoseno) Endotel sebagai organ endokrin dan parakrin mempunyai fungsi sebagai berikut,
- Mempertahankan semipermeabilitas dinding pembuluh darah.
- Mengatur proses trombosis, trombolisis, fibrinolisis dan perlekatan trombosit.
- Mengatur tonus dan struktur pembuluh darah serta aliran darah.
- Metabolisme hormon.
- Mengatur sistem imun dan reaksi inflamasi.
- Mempunyai aktivitas metabolisme lemak pada dinding arteri.
- Mengatur pertumbuhan sel otot polos pembuluh darah.
- Mengatur leukosit dan perlekatan trombosit pada permukaan dinding pembuluh darah.
- Memproduksi Nitric Oxide (NO)
Endotel dalam memiliki sejumlah faktor yg menekan hemostasis:
- Permukaan yang licin
- Prostasiklin
- Heparan sulfat
- Tissue factor Pathway inhibitor (TFPI)
- Thrombomodulin
bila terjadi DISFUNGSI ENDOTEL maka akan terjadi semua proses yang tersebut di atas, terutama:
- Penurunan produksi NO
- Peningkatan permeabilitas endotel
- Gangguan koagulasi dan fibrinolisis
- Penurunan kemampuan menekan reaksi inflamasi.
TUNIKA INTIMA
- Lapisan plg dalam pembuluh darah -> tunika intima tdd sel endotel yg tersusun rapat mjd suatu permukaan halus tanpa
- patahan sehingga menyokong aliran darah dan mencegah turbulensi. Lamina elastik internal kaya elastin dg jaringan konektif
- menyokong sel endotel. Pd pmbuluh darah, fibroblast pd lap jar konektif -> kolagen.