Langsung ke konten
SurgBookBelajar. Berdiskusi. Berbagi.
Foto artikel Disartikulasi dan Amputasi Ekstremitas Inferior Perbesar foto
Disartikulasi dan Amputasi Ekstremitas Inferior

ARTIKEL ILMU BEDAH

Disartikulasi dan Amputasi Ekstremitas Inferior

7 subartikelDiskusi bersama

DIBANGUN BERSAMA

Tim & aktivitas artikel

Penanggung jawab

Administrator

Kontributor

Belum ada kontributor tambahan.

— / 50 penilai
0Pembaca unik
0Kunjungan unik harian

Pembaca unik dihitung lintas hari. Kunjungan adalah akumulasi hitungan sekali per akun per hari, mulai pencatatan fitur ini.

Login untuk memberi rating artikel

Gambaran umum

Belum ada catatan yang disetujui pada subartikel ini.

Anatomi

Belum ada catatan yang disetujui pada subartikel ini.

Indikasi

Belum ada catatan yang disetujui pada subartikel ini.

Persiapan

Persiapan

Pertimbangan dalam pemilihan level amputasi

  1. Patologi yang mendasari menjadi pedoman pemilihan lokasi amputasi dengan tujuan untuk preservasi dengan panjang paling maksimal : terutama berlaku untuk ekstremitas atas dan pada ekstremitas bawah, sebisa mungkin, knee sebaiknya di preservasi karena memberikan banyak keuntungan fungsional
  2. Lokasi amputasi dipilih pada daerah dengan suplai darah yang cukup
  3. Lokasi pemilihan juga ditentukan oleh perencanaan penggunaan prostetik dan fungsi lokal. Stump yang terlalu pendek cenderung terlepas dari protesa sedangkan apabila terlalu panjang dapat menyebabkan sirkulasi yang tidak adekuat hingga ulserasi. 
  4. Lebih disarankan untuk amputasi above knee dibandingkan knee disarticulation atau transcondylar amputation untuk menghindari fitting prostetik yang rumit.
  5. Aturan penyelamatan sepanjang mungkin tidak selalu berlaku untuk amputasi below the knee  karena tepi anterior tibia perlu memiliki solid tissue dan suplai darah yg memadai untuk mencegah titik tekan pada stump sehingga perlu dilakukan flap dari posterior yg di transpose ke anterior untuk menutupi stump
  6. Idealnya, untuk amputasi, setidaknya dipertahankan 8 cm dari tibia (diukur dari tuberositas tibia) untuk dipasang prostesis. 
  7. Amputasi below the knee lebih dari 20 cm tidak lagi efektif secara fungsional.
  8. Amputasi ankle dan midfoot jarang dilakukan, biasanya dilakukan karena trauma
  9. Amputasi Syme sangat berguna untuk membantu weight bearing, tetapi memiliki kekurangan kosmetik pada perempuan 
  10. Terdapat kesepakatan umum bahwa amputasi foot yang paling memuaskan adalah amputasi  transmetatarsal 
  11. Apabila terdapat vascular insufficiency pada ekstremitas bawah, amputasi ankle atau foot jarang dilakukan karena sering kali mengalami penyembuhan yang buruk dan memerlukan amputasi pada tingkat yg lebih tinggi

PREOPERATIVE PRAPARATION

  1. Pada kasus trauma, perlu dilakukan evaluasi secara hati-hati untuk mengevaluasi apakah limb salvage/penyelamatan anggota tubuh dapat dilakukan.
  2. Tingkat kerusakan jaringan dan pembuluh darah di ekstremitas harus dievaluasi. Dengan kemajuan terkini dalam peripheral vascular repair dan grafting, pemulihan pembuluh darah distal sering kali dapat dilakukan.
  3. Jika terdapat infeksi kulit lokal pada tingkat yang diusulkan untuk dilakukan amputasi, amputasi sebaiknya ditunda jika memungkinkan.
  4. Jika terdapat wet gangren, membungkus kaki dengan es atau dry ice dikombinasikan dengan pemasangan tourniquet tepat di bawah lokasi amputasi dapat mengurangi toksisitas dan menurunkan kejadian infeksi luka, karena limfatik dapat dibersihkan sebelum amputasi

Manual

Belum ada catatan yang disetujui pada subartikel ini.

Komplikasi

Komplikasi

Perawatan post amputatum

  • Rawat inap di rumah sakit selama kurang lebih 5 hingga 14 hari
  • Terapi Adekuat
  • Cegah pantom Sign
  • Latihan fisik untuk meningkatkan kekuatan otot dan keterampilan anggota gerak.
  • Terapi psikologis untuk mengatasi gangguan kesehatan mental pascaamputasi.

Komplikasi : 

  • Serangan jantung.
  • Infeksi luka.
  • Bengkak.
  • Pneumonia.
  • Perdarahan.
  • Syok. 
  • Deep vein thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam.
  • Phantom limb, yaitu rasa nyeri berkelanjutan pada bagian tubuh yang sudah diamputasi.
  • Tendon, sendi, dan otot di sekitar organ tubuh yang diamputasi terasa kaku dan susah digerakkan.
  • Gangguan kejiwaan, seperti post-traumatic stress disorder (PTSD), sering marah, depresi, hingga munculnya keinginan untuk bunuh diri.
     

Alternatif

Belum ada catatan yang disetujui pada subartikel ini.

SUMBER PEMBELAJARAN

Daftar referensi

Belum ada referensi yang dikonfirmasi pada catatan artikel ini.

BELAJAR BERSAMA

Diskusi publik

Tanya jawab umum seputar artikel. Tugas dan koreksi kontributor berada di editor.

Baca diskusi secara publik. Login untuk berkomentar

Belum ada diskusi. Mulai dengan pertanyaanmu.

Disartikulasi dan Amputasi Ekstremitas Inferior

Foto lengkap artikel Disartikulasi dan Amputasi Ekstremitas Inferior