Langsung ke konten
SurgBookBelajar. Berdiskusi. Berbagi.
Foto artikel Hemorrhoidectomy : Whitehead (Circumferential) Perbesar foto
Hemorrhoidectomy : Whitehead (Circumferential)

ARTIKEL ILMU BEDAH

Hemorrhoidectomy : Whitehead (Circumferential)

2 subartikelDiskusi bersama

DIBANGUN BERSAMA

Tim & aktivitas artikel

Penanggung jawab

Administrator

Kontributor

Belum ada kontributor tambahan.

— / 50 penilai
0Pembaca unik
0Kunjungan unik harian

Pembaca unik dihitung lintas hari. Kunjungan adalah akumulasi hitungan sekali per akun per hari, mulai pencatatan fitur ini.

Login untuk memberi rating artikel

Gambaran umum

Whitehead hemorrhoidectomy dalam konteks modern

Operasi Whitehead merupakan teknik eksisi sirkumferensial jaringan hemoroid yang diperkenalkan pada abad ke-19.

Teknik ini bertujuan mengangkat jaringan hemoroid secara melingkar pada bagian distal rektum dan kanal anus.

Laporan modern membahas teknik ini terutama sebagai pendekatan historis atau pilihan pada kasus terpilih.

Whitehead bukan satu-satunya cara menangani prolaps hemoroid sirkumferensial.

Pilihan operasi saat ini mempertimbangkan derajat penyakit, komponen eksternal, gejala, dan fungsi anorektal.

ASCRS 2024 mendukung hemoroidektomi eksisional pada pasien terpilih dengan penyakit eksternal atau kombinasi internal-eksternal simptomatik.

Teknik terbuka dan tertutup yang lazim dipakai mempunyai perbandingan manfaat dan risiko yang telah diteliti lebih luas.

Whitehead memerlukan pemahaman anatomi anoderm dan mukosa untuk menjaga bentuk kanal anus.

Risiko deformitas dan stenosis membuat pemilihan pasien serta pengalaman operator sangat penting.

Materi ini membahas konteks teknik untuk pendidikan, bukan anjuran memilih prosedur bagi pasien tertentu.

Pit falls

Pitfall dan risiko spesifik operasi Whitehead

Eksisi sirkumferensial yang terlalu luas dapat menghilangkan jembatan anoderm yang dibutuhkan untuk kelenturan kanal.

Jaringan parut melingkar dapat menyebabkan stenosis anal dan kesulitan defekasi.

Ektropion mukosa atau deformitas Whitehead dapat muncul bila hubungan mukosa dan kulit tidak direkonstruksi dengan baik.

Kerusakan anoderm dapat menimbulkan nyeri, kelembapan, dan iritasi perianal.

Cedera sfingter atau eksisi jaringan berlebihan dapat mengganggu kontinensia.

Perdarahan dan retensi urin juga termasuk komplikasi yang dipantau setelah hemoroidektomi.

Menangani semua bantalan dalam satu lingkaran tanpa mempertahankan jembatan jaringan meningkatkan risiko penyempitan.

Riwayat fungsi sfingter dan anatomi kanal dinilai sebelum mempertimbangkan eksisi.

Teknik yang lebih lazim dan bukti komparatif yang lebih kuat perlu ikut dipertimbangkan dalam diskusi pilihan terapi.

Tanda stenosis atau perubahan kontinensia setelah operasi memerlukan pemeriksaan oleh klinisi berpengalaman.

SUMBER PEMBELAJARAN

Daftar referensi

  1. Hawkins AT, Davis BR, Bhama AR, Fang SH, Dawes AJ, Feingold DL, et al. The American Society of Colon and Rectal Surgeons Clinical Practice Guidelines for the Management of Hemorrhoids. Dis Colon Rectum. 2024;67(5):614-623. doi: 10.1097/DCR.0000000000003276.

  2. Hwang SH. Trends in Treatment for Hemorrhoids, Fistula, and Anal Fissure: Go Along the Current Trends. J Anus Rectum Colon. 2022;6(3):150-158. doi: 10.23922/jarc.2022-012.

BELAJAR BERSAMA

Diskusi publik

Tanya jawab umum seputar artikel. Tugas dan koreksi kontributor berada di editor.

Baca diskusi secara publik. Login untuk berkomentar

Belum ada diskusi. Mulai dengan pertanyaanmu.

Hemorrhoidectomy : Whitehead (Circumferential)

Foto lengkap artikel Hemorrhoidectomy : Whitehead (Circumferential)