Pemeriksaan penunjang dan staging kanker kolorektal
Kolonoskopi dengan biopsi membantu melihat lesi dan memperoleh jaringan untuk diagnosis.
Jika obstruksi membuat kolonoskopi lengkap tidak mungkin, rencana evaluasi kolon disesuaikan setelah kondisi terkendali.
CT dada, abdomen, dan pelvis sering digunakan untuk menilai metastasis jauh sesuai indikasi.
MRI pelvis merupakan pemeriksaan penting untuk staging lokal kanker rektum.
Ultrasonografi endorektal dapat dipertimbangkan pada tumor rektum awal tertentu.
CEA dapat menjadi nilai dasar untuk pemantauan, tetapi bukan tes tunggal untuk skrining atau diagnosis.
Pemeriksaan MMR atau MSI membantu mengenali tumor dengan karakter biologis tertentu.
Panel biomarker molekuler dipilih menurut stadium dan kemungkinan terapi sistemik.
Pemeriksaan laboratorium menilai anemia, fungsi hati, ginjal, dan kesiapan terapi.
Setiap hasil pencitraan dibaca bersama lokasi tumor dan tujuan staging.
Sumber catatan
- Wang F, Chen G, Zhang Z, Yuan Y, Wang Y, Gao YH, et al. The Chinese Society of Clinical Oncology (CSCO): Clinical guidelines for the diagnosis and treatment of colorectal cancer, 2024 update. Cancer Commun (Lond). 2025;45(3):332-379. doi: 10.1002/cac2.12639.
Lokasi catatan: CSCO 2024 update: endoskopi, patologi, biomarker, dan pencitraan staging; ESMO 2025: MRI rektum.
Lihat catatan dari sumber ini - Hofheinz RD, Fokas E, Benhaim L, Price TJ, Arnold D, Beets-Tan R, et al. Localised rectal cancer: ESMO Clinical Practice Guideline for diagnosis, treatment and follow-up. Ann Oncol. 2025;36(9):1007-1024. doi: 10.1016/j.annonc.2025.05.528.
Lokasi catatan: CSCO 2024 update: endoskopi, patologi, biomarker, dan pencitraan staging; ESMO 2025: MRI rektum.
Lihat catatan dari sumber ini