Pemeriksaan fisik pada dugaan kanker kolorektal
Pemeriksaan menilai tanda vital, status gizi, hidrasi, dan keadaan umum pasien.
Konjungtiva dapat diperiksa bila ada kecurigaan anemia akibat perdarahan kronis.
Abdomen dinilai untuk distensi, nyeri tekan, massa, hepatomegali, dan tanda peritoneal.
Pemeriksaan kelenjar getah bening perifer dapat melengkapi penilaian umum.
Colok dubur dapat menilai tumor rektum yang terjangkau, darah, nyeri, dan tonus.
Pemeriksaan colok dubur normal tidak menyingkirkan tumor yang terletak lebih proksimal.
Pada kanker rektum, hubungan massa dengan sfingter dan dasar pelvis relevan untuk perencanaan.
Temuan obstruksi atau peritonitis menandakan keadaan yang memerlukan respons segera.
Pemeriksaan fisik tidak dapat menentukan seluruh stadium tanpa pencitraan dan patologi.
Temuan dicatat secara terstruktur untuk dibandingkan saat evaluasi selanjutnya.
Sumber catatan
- Wang F, Chen G, Zhang Z, Yuan Y, Wang Y, Gao YH, et al. The Chinese Society of Clinical Oncology (CSCO): Clinical guidelines for the diagnosis and treatment of colorectal cancer, 2024 update. Cancer Commun (Lond). 2025;45(3):332-379. doi: 10.1002/cac2.12639.
Lokasi catatan: CSCO 2024 update dan ESMO 2025: pemeriksaan klinis serta penilaian lokasi rektum.
Lihat catatan dari sumber ini - Hofheinz RD, Fokas E, Benhaim L, Price TJ, Arnold D, Beets-Tan R, et al. Localised rectal cancer: ESMO Clinical Practice Guideline for diagnosis, treatment and follow-up. Ann Oncol. 2025;36(9):1007-1024. doi: 10.1016/j.annonc.2025.05.528.
Lokasi catatan: CSCO 2024 update dan ESMO 2025: pemeriksaan klinis serta penilaian lokasi rektum.
Lihat catatan dari sumber ini