Anatomi kolon dan rektum untuk perencanaan kanker
Kolon terdiri atas sekum, kolon asendens, transversum, desendens, dan sigmoid.
Rektum berada di dalam pelvis dan berakhir pada kanalis anus.
Batas anatomis rektum dapat ditentukan melalui panjang, refleksi peritoneum, dan pencitraan pelvis.
Pembuluh mesenterika membentuk jalur drainase vaskular serta limfatik yang relevan untuk reseksi onkologis.
Tumor kolon kanan dan kiri dapat memiliki pola klinis dan pendekatan operasi yang berbeda.
Mesorektum membungkus rektum dan menjadi bagian penting spesimen total mesorectal excision.
Fascia propria rekti dan mesorectal fascia membantu menilai batas operasi serta risiko keterlibatan lokal.
Tumor rektum rendah dapat berdekatan dengan sfingter dan otot levator.
MRI pelvis membantu menggambarkan hubungan tumor rektum dengan fascia dan organ sekitar.
Peta anatomi yang tepat membantu memilih operasi sambil menjaga peluang reseksi lengkap.
Sumber catatan
- Wang F, Chen G, Zhang Z, Yuan Y, Wang Y, Gao YH, et al. The Chinese Society of Clinical Oncology (CSCO): Clinical guidelines for the diagnosis and treatment of colorectal cancer, 2024 update. Cancer Commun (Lond). 2025;45(3):332-379. doi: 10.1002/cac2.12639.
Lokasi catatan: ESMO 2025: anatomi dan staging lokal rektum; CSCO 2024 update: lokasi tumor dan rencana regional.
Lihat catatan dari sumber ini - Hofheinz RD, Fokas E, Benhaim L, Price TJ, Arnold D, Beets-Tan R, et al. Localised rectal cancer: ESMO Clinical Practice Guideline for diagnosis, treatment and follow-up. Ann Oncol. 2025;36(9):1007-1024. doi: 10.1016/j.annonc.2025.05.528.
Lokasi catatan: ESMO 2025: anatomi dan staging lokal rektum; CSCO 2024 update: lokasi tumor dan rencana regional.
Lihat catatan dari sumber ini