Anatomi apendiks dan variasi posisinya
Apendiks merupakan struktur tubular yang berasal dari dinding posteromedial sekum.
Pangkal apendiks secara klasik dicari pada titik pertemuan tiga taenia coli di sekum.
Panjang apendiks bervariasi dan lumen distalnya berakhir buntu.
Mesenteri apendiks atau mesoappendiks membawa pembuluh appendikular dan jaringan limfatik.
Arteri appendikular biasanya berasal dari cabang ileokolika dan dapat berperan sebagai arteri terminal.
Posisi ujung apendiks dapat retrosekal, pelvis, subsekum, preileal, atau postileal.
Variasi posisi ini dapat mengubah lokasi nyeri tekan dan manifestasi iritasi organ sekitar.
Apendiks pelvis dapat berdekatan dengan kandung kemih atau organ reproduksi, sedangkan apendiks retrosekal berada di belakang sekum.
Pada kehamilan, perubahan posisi organ seiring pembesaran uterus dapat membuat gambaran klinis lebih sulit ditafsirkan.
Pencitraan dan penilaian operator membantu saat variasi anatomi membuat diagnosis atau perencanaan operasi tidak jelas.
Sumber catatan
- Podda M, Ceresoli M, De Simone B, et al. Diagnosis and Treatment of Acute Appendicitis: 2025 Edition of the World Society of Emergency Surgery Jerusalem Guidelines. JAMA Surg. 2026;161(3):283-295. doi: 10.1001/jamasurg.2025.6218.
Lokasi catatan: Panduan WSES tentang pengaruh populasi dan konteks klinis terhadap diagnosis; catatan anatomi dasar untuk orientasi klinis.
Lihat catatan dari sumber ini