Peta anatomi pelvis untuk reseksi abdominoperineal
Mesorektum membungkus rektum dan menjadi komponen utama spesimen total mesorectal excision atau TME. Fascia propria rektum merupakan batas penting saat diseksi mesorektum. Bidang diseksi yang tepat membantu mempertahankan selubung spesimen dan saraf pelvis. Di posterior, fasia rektosakral berhubungan dengan area vena presakral yang rentan berdarah. Di anterior, fasia Denonvilliers dan struktur urogenital menjadi penanda penting. Plexus hipogastrikus dan saraf otonom pelvis perlu dikenali untuk mengurangi cedera fungsional. Ureter juga harus dikenali selama mobilisasi rektosigmoid.
Pada rektum distal, hubungan tumor dengan sfingter internal, ruang intersfingterik, sfingter eksternal, dan levator ani menentukan perencanaan reseksi. Mesorectal fascia merupakan struktur anatomi, sedangkan circumferential resection margin atau CRM adalah batas reseksi yang dinilai menurut operasi yang dilakukan. Keduanya tidak boleh dipakai sebagai istilah yang sepenuhnya sama. MRI sebelum dan sesudah terapi perlu menilai tumor, fibrosis, dan kedekatannya dengan struktur penting. Interpretasi anatomi tersebut dibahas bersama radiolog dan operator sebelum menentukan APR konvensional atau perluasan reseksi.
Sumber catatan
- Cho MS, Bae HW, Kim NK. Essential knowledge and technical tips for total mesorectal excision and related procedures for rectal cancer. Ann Coloproctol. 2024;40(4):384-411. doi: 10.3393/ac.2024.00388.0055.
Lokasi catatan: ANATOMICAL BASIS FOR TME: pelvic fascia dan pelvic autonomic nervous system
Lihat catatan dari sumber ini - Khasawneh H, Khatri G, Sheedy SP, Nougaret S, Lambregts DMJ, Santiago I, et al. MRI for Rectal Cancer: Updates and Controversies-AJR Expert Panel Narrative Review. AJR Am J Roentgenol. 2025;224(6):e2431523. doi: 10.2214/AJR.24.31523.
Lokasi catatan: Anatomic localization; anal canal anatomy; MRF versus CRM; restaging after neoadjuvant therapy
Lihat catatan dari sumber ini