Pemeriksaan Fisik
Hasil Pemeriksaan Inspeksi pada fraktur mandibula meliputi:
- Ditemukan adanya hematoma pada lokasi fraktur.
- Terjadi perubahan warna kulit atau ekimosis.
- Wajah tampak asimetris.
- Ditemukan adanya trismus (keterbatasan membuka mulut).
- Tampak adanya abrasi, kontusio, dan/atau laserasi.
- Terdapat step deformity (perbedaan ketinggian/tangga pada tulang).
- Terjadi maloklusi (ketidaksesuaian gigitan).
- Ditemukan hematoma sublingual (Coleman's sign).
- Terjadi lidah jatuh (penurunan posisi lidah).
Hasil Pemeriksaan Palpasi menunjukkan adanya:
- Krepitasi pada lokasi fraktur.
- Mobilitas abnormal pada lokasi fraktur.
- Terdapat fraktur, mobilitas, ekstrusi, atau intrusi gigi.
- Nyeri tekan pada lokasi fraktur.
- Mobilitas intersegmental saat dilakukan pemeriksaan palpasi bimanual.
- Step-off (sejenis step deformity yang teraba saat palpasi).
Bimanual palpation merupakan pemeriksaan fisik untuk mengidentifikasi mobilitas abnormal pada lokasi fraktur.
- Pemeriksa mencengkeram mandibula sisi kanan dan kiri.
- Jari telunjuk kanan dan kiri meraba pada sisi oklusal mandibula.
- Ibu jari meraba margo inferior corpus os. mandibula.
- Gerakkan segmen proksimal dan distal mandibula ke arah supero-inferior dan antero-posterior.
Pada fraktur mandibula, pemeriksa dapat mengidentifikasi adanya gerakan intersegmental saat dilakukan pemeriksaan palpasi bimanual.
Compression Test:
- Compression test dilakukan apabila pada pemeriksaan klinis, dan radiologis tidak muncul manifestasi klinis fraktur mandibula.
- Vertical compression : Pemeriksa meletakkan satu sisi telapak tangan pada bagian kranial. Tangan sisi lainnya menggenggam dan diletakkan di dagu. Kemudian lakukan gerakan kompresi.
- Horizontal compression : Kedua tangan menggenggam dan diletakkan pada margo posterior ramus os. mandibula, kemudian lakukan gerakan kompresi.
Pada kasus fraktur mandibula, pasien akan merasakan nyeri tekan.
Sumber catatan
Belum memiliki sumber