Komplikasi
Komplikasi Tiroidektomi
Perdarahan : Insidensi perdarahan setelah operasi 0,3 – 1% dapat terjadi segera (immediate) atau tertunda (delayed).
- Immediate Hemorrhage
- Umumnya terjadi selama periode pasca anastetik saat endotracheal tube dicabut.
- Sumber bisa dari arteri atau vena besar yang robek. Pasien mungkin batuk atau muntah yang mengakibatkan ligasi vena telepas atau perdarahan minimal menjadi masif.
- Delayed bleeding
- Terjadi 2 atau 3 hari pasca operasi
- disebabkan oleh oozing dari vena-vena kecil.
- Perdarahan/hematom makin membesar atau mengancam jalan napas
- Terapi dengan membuka luka operasi, evakuasi hematom dan kontrol perdarahan.
Obstruksi Jalan Napas
- Terjadi karena perdarahan, edema laring dan paralisis vocal cords dan uvula mengakibatkan jalan napas inadekuat umumnya disebabkan oleh hipotiroidism berat yang tidak diterapi, namun juga bisa disebabkan intubasi anestesiologist yang tidak tepat.
- Terapinya adalah trakeostomi sampai edema reda.
Cedera Nervus Laringeus (Superior)
Cedera Nervus Laringeus (Recurrent)
Hipoparatiroid -> Hipokalsemia
- Hipoparatiroid terjadi karena terangkatnya atau devaskularisasi kelenjar paratiroid.
- Mengakibatkan hipokalsemia dengan berbagai tanda dan gejala klinis dalam 48 sampai 72 jam setelah operasi tapi terkadang terjadi lebih lambat. Gejala dapat berupa :
- Chvostek’s sign (twitching bibir saat daerah preaurikuler di tapping),
- Trousseou’s sign (Carpopedal spasm saat dipasang sphygmomanometer dengan tekanan diantara tekanan venous dan arterial).
- Gejala dini : parestesia di wajah, bibir atau ujung jari.
- Terapi :
- injeksi calcium gluconas 1 ampul IV, 5-10 menit.
- Simptom moderate atau calcium kurang dari 7 mg/dl diberikan calcium glukonas 4 ampul dalam 250 ml dextrose infus drips dalam 4-8 jam. Infus ini dapat diulang jika diperlukan.
- Bila simptom ringan calcium oral diberikan 2 gram per hari.
- Jika pasien masih hipokalsemik berikan rocatreol dimulai 0,25 mg dua kali per hari, dosis dapat ditingkatkan jika diperlukan
Kematian pasca operasi : Kematian pasca operasi sangat jarang terjadi setelah tiroidektomi (<1%).
Sumber catatan
Belum memiliki sumber