Anamnesis
Apa gejala BPH?
- Gejala iritasi (storage), gejala obstruksi (voiding), dan gejala pascaberkemih.
- Gejala obstruksi meliputi pancaran kemih lemah dan terputus (intermittency), serta merasa tidak puas sehabis berkemih.
- Gejala iritasi meliputi frekuensi berkemih meningkat, urgensi, nokturia.
- Gejala pascaberkemih berupa urine menetes (dribbling) hingga gejala yang paling berat adalah terjadinya retensi urine
Aktivitas Seksual dan Vasektomi
- Penurunan kemampuan seksual dan frekuensi aktivitas seksual seiring dengan bertambahnya usia, tepatnya ketika prevalensi BPH meningkat, ternyata dapat menunjukkan hubungan terbalik, yaitu efek kausatif BPH terhadap fungsi seksual.
- Tampaknya tidak ada hubungan antara vasektomi dan perkembangan BPH atau ukuran prostat. Penelitian lain tidak menemukan bahwa vasektomi meningkatkan risiko diagnosis BPH.
Alkohol dan Sirosis Liver
- Sebuah meta-analisis dari asupan alkohol, BPH, dan LUTS menunjukkan konsumsi alkohol menurunkan kemungkinan BPH di semua enam strata, tetapi tidak pada LUTS. Dibandingkan dengan tanpa alkohol, asupan alkohol lebih dari atau sama dengan 36 g / hari dikaitkan dengan kemungkinan penurunan BPH sebesar 35% (OR 0,65).
- Dari lima studi yang meneliti hubungan antara sirosis hati dan BPH berdasarkan hasil otopsi, empat menemukan prevalensi BPH yang lebih rendah pada pria dengan sirosis
Hipertensi
- Sistem saraf simpatis berperan melalui serat alfa adrenergik dan reseptor yang berperan penting dalam hipertensi dan gejala BPH. Namun, karena hipertensi dan LUTS / BPH meningkat dengan bertambahnya usia, sulit untuk membuktikan hubungan sebab akibat antara kedua kondisi ini.
- Hiperaktivitas otonom telah terlibat dalam perkembangan LUTS dan DE pada pria yang menua, tetapi data klinis masih kurang
Merokok
- Merokok tampaknya dapat meningkatkan kadar testosteron dan estrogen karena kadar nikotin, dan dengan demikian seharusnya memiliki efek positif dan induktif terhadap perkembangan BPH.
- Pembaruan terbaru dari Olmsted County Study menunjukkan bahwa merokok dikaitkan dengan penurunan laju aliran urin dengan gejala sedang hingga berat, tetapi tidak dengan volume prostat yang membesar atau peningkatan serum PSA. Hubungan antara perokok saat ini atau sebelumnya dengan kejadian LUTS / BPH cenderung lemah dan signifikansi klinisnya sangat terbatas.
Aktivitas Fisik, Diet, Obesitas, Indeks Massa Tubuh, dan Sindroma Metabolik
- Bukti saat ini menunjukkan hubungan positif antara kurangnya aktivitas fisik, obesitas, BMI, dan pengukuran lain dari sindrom metabolik dengan LUTS dan BPH (termasuk volume prostat), dan peningkatan aktivitas fisik tampaknya memiliki efek perlindungan.
Sumber catatan
Belum memiliki sumber