Langsung ke konten
SurgBookBelajar. Berdiskusi. Berbagi.
Foto artikel GIT Anatomy : Foregut, Midgut, Hindgut Perbesar foto
GIT Anatomy : Foregut, Midgut, Hindgut

ARTIKEL ILMU BEDAH

GIT Anatomy : Foregut, Midgut, Hindgut

4 subartikelDiskusi bersama

DIBANGUN BERSAMA

Tim & aktivitas artikel

Penanggung jawab

Administrator

Kontributor

Belum ada kontributor tambahan.

— / 50 penilai
1Pembaca unik
1Kunjungan unik harian

Pembaca unik dihitung lintas hari. Kunjungan adalah akumulasi hitungan sekali per akun per hari, mulai pencatatan fitur ini.

Login untuk memberi rating artikel

Gambaran umum

GIT Anatomy : Foregut, Midgut, Hindgut

Foregut, midgut, dan hindgut beserta organ-organ terkaitnya berasal dari splanchnopleure (endoderm dan mesoderm splanknik dari lempeng lateral)

Klasifikasi organ berdasarkan letak peritoneum

  • Intraperitoneum: hepar, lien, lambung, sebagian duodenum, yeyunum, ileum, sebagian sekum, apendiks, kolon transversum, kolon sigmoid, sebagian rektum.
  • Retroperitoneum: pankreas, ginjal, ureter, buli-buli, sebagian duodenum, sebagian sekum, kolon asendens, kolon desendens, sebagian rektum.

Signifikansi klinis:

  • Organ retroperitoneum: trauma/penyakit/perforasi sering tidak langsung menimbulkan gejala, sulit didiagnosis.
  • Organ intraperitoneum: infeksi lebih cepat menimbulkan tanda rangsangan peritoneal yang jelas.

Rongga peritoneum dibagi menjadi beberapa kompartemen yang saling berhubungan, yaitu supramesocolika dan inframesocolika serta rongga pelvis.

Kompartemen supramesokolika merujuk pada rongga intraperitoneal dicranial colon transversum. Kompartemen ini terisi gaster, hepar, dan lien. Mesenterium ventral yang membentuk ligamentum falciformis, akan membagi kompartemen supramesokolika menjadi kanan dan kiri. Kompartemen supramesocolika kanan terdiri dari ruang subphrenika kanan, ruang subhepatika (Morison’s pouch) dan lesser sac. Ruang subphrenika kanan dibatasi oleh ligamentum coronaria hepar di bagian posteroinferior tetapi dapat berhubungan secara bebas dengan ruang perihepatika dan subhepatika ( Morison’s pouch ) serta berhubungan dengan lesser sac melalui foramen Winslowi. Kompartemen supramesocolika kiri terdiri dari ruang subphrenika kiri dan ruang perisplenika dimana keduanya dapat berhubungan secara bebas.

Kompartemen inframesokolika terletak di posterior omentum mayor, di caudal mesocolon transversum, medial colon ascenden dan descenden. Kompartemen ini juga dibagi menjadi kanan dan kiri oleh mesenterium usus halus yang berjalan oblik. Pada kompartemen ini terdapat usus halus, colon ascenden dan colon descenden. Mesenterium dorsal juga akan membentuk mesocolon transversum, mesocolon sigmoideum, mesenterium usus halus, dan mesoapendiks. Perkembangan mesenterium ventral terjadi di bawah mesocolon transversum. Mesorectum akan melekat pada bagian posterior pelvis membentuk ruang perirectal. Kompartemen inframesocolika kanan mempunyai volume yang lebih kecil dan dibatasi oleh mesenterium usus halus yang berjalan oblik dan melekat pada caecum sehingga tidak berhubungan dengan rongga pelvis. Kompartemen inframesocolika kiri lebih besar dan berhubungan secara bebas dengan rongga pelvis. Dibagian lateral colon ascenden dan colon descenden terdapat ruang paracaolika kanan dan kiri. Ruang paracolika kanan berhubungan dengan ruang perihepatika, sedangkan pada sisi kiri, ligamentum phrenicocolika akan memisahkan ruang paracolika kiri dan ruang subphrenika kiri sehingga keduanya tidak dapat saling berhubungan. Kompartemen supramesocolika dan inframesocolika saling berhubungan melalui ruang paracolika kanan.

Kompartemen berikutnya adalah rongga pelvis. Peritoneum didaerah urogenitalia akan melekuk-lekuk diantara organ-organ didalam rongga pelvis untuk kemudian membentuk sebagian besar ligamentum dan mesenterium didaerah pelvis, termasuk ligamentum latum dan ligamentum teres uteri. Di midline, lipatan umbilical aspek medial dan lateral akan membentuk recto-vesical pouch pada pria dan recto-uterine pouch (cavum Douglas) pada wanita dan fossa paravesica. Pada wanita, ligamentum latum merupakan peritoneum yang membentuk mesenterium bagi ovarium, tuba fallopi, dan myometrium bagian posterior, serta melintasi ureter dan ligamentum teres uteri.


 

Foregut

Foregut

1. Pembentukan Awal:

  • Tunas Pankreas Dorsal dan Divertikulum Hati Ventral: Bertumbuh dari foregut abdominal.

2. Perkembangan Divertikulum Hati Ventral:

  • Tunas Kantung Empedu dan Tunas Pankreas Ventral: Muncul dari divertikulum hati ventral.
  • Divertikulum Hepatik: Menghasilkan hepatosit, kantung empedu, dan seluruh aparatus bilier.

3. Migrasi dan Fusi:

  • Migrasi Tunas Pankreas Ventral dan Duktus Empedu Umum: Bermigrasi searah jarum jam di sekitar duodenum ke dalam mesenteri dorsal.
  • Fusi Tunas Pankreas Ventral dan Dorsal: Menyatu di dalam mesenteri dorsal.

4. Pembentukan Duktus Pankreas Utama:

  • Tunas Ventral: Meskipun hanya membentuk sebagian dari kepala pankreas, duktusnya bergabung dengan duktus tunas pankreas dorsal.
  • Duktus Pankreas Utama (Wirsung): Terbentuk dari penggabungan duktus tunas pankreas ventral dan dorsal.
  • Akhir minggu ke 8, Foregut berotasi 90 derajat  di sekitar axis
  • Liver yang membesar di mesogastrium ventral (omentum minor) bergerak ke kanan dan mesogastrium dorsal (omentum mayor) mulai menonjol ke kiri.


Organ Foregut

  1. Gaster
  2. Pancreas
  3. Duodenum
  4. Liver and Portal Circulation
  5. Biliary Tract

Sympathetic Innervation of Abdominal Viscera

Neuron simpatis preganglionik yang memasok organ dalam perut berada di tanduk lateral segmen medulla spinalis T5-L2/L3.

  • Akson dari neuron preganglionik ini keluar dari rantai simpatis sebagai saraf splanknik toraks (besar, sedang, dan kecil) dan saraf splanknik lumbal.
  • Kecuali untuk neuron simpatis preganglionik yang akan merangsang medula adrenal (suprarenal), semua neuron simpatis preganglionik yang terlibat dalam inervasi organ dalam perut bersinaps di neuron yang terletak di ganglia simpatis prevertebral (preaorta) di permukaan anterior aorta abdominal.

Foregut:

  • Badan sel preganglionik: Tanduk lateral medulla spinalis T5-T9/T10
  • Aksion preganglionik: Saraf splanknik besar
  • Badan sel postganglionik: Ganglia prevertebral seliak
  • Aksion postganglionik: Pleksus perivaskular seliak
  • Nyeri dirujuk ke daerah epigastrik

Parasympathetic Innervation of Abdominal Viscera

Bagian Depan (Foregut):

  • Badan sel preganglionik: Batang otak
  • Aksion preganglionik:
  • Kerongkongan: saraf rekuren laringeus dan vagus → pleksus esofagus
  • Bagian foregut di bawah diafragma: Trunke vagus → pleksus seliak
  • Badan sel postganglionik: Dinding organ
  • Aksion postganglionik: Dinding organ (pleksus submukosa/myenterik)
     

Midgut

Belum ada catatan yang disetujui pada subartikel ini.

Hindgut

Hindgut

Hindgut: daerah usus dari 1/3 kiri kolon transversum sampai bagian atas saluran anus; bagian distal saluran anus yang berasal dari ektoderm.

  • Usus belakang masuk ke regio posterior dan allantois memasuki regio anterior kloaka
  • Pecahnya membran kloaka menyediakan komunikasi ke eksterior untuk anus dan sinus urogenital.
  • Endoderm embrionik adalah sumber lapisan epitel saluran Gl dan kelenjar serta organ terkait.
  • Pada minggu ke-3 & ke-4, ektoderm terlipat ke arah kranial dan lateral membentuk: Pelat saraf, kemudian tabung saraf dalam proses yang disebut neurulasi.
  • Hampir bersamaan, lipatan endoderm ke arah ekor membentuk tabung usus.

Persimpangan antara segmen TC yang berasal dari usus tengah dan yang berasal dari usus belakang ditandai dengan perubahan suplai darah dari cabang SMA ke cabang IMA.
Semua turunan hindgut dipasok oleh inf. arteri mesenterika (arteri usus belakang).

  • Kolon desendens menjadi retroperitoneal karena mesenteriumnya menyatu dengan peritoneum di tiang kiri. abd. dinding.
  • Mesenterium kolon sigmoid dipertahankan.

  • Kloaka adalah dilatasi usus belakang terminal yang ditutup oleh membran kloaka.
    • Bagian terminal usus belakang masuk ke regio posterior kloaka
    • Allantois masuk ke dalam regio anteriorkloaka.
  • Kloaka menerima:
    • Allantois secara vertikal
    • 2 saluran mesonefrik di setiap sisi
  • Pada minggu ke 7, septum urorektal menyatu dengan membran kloaka, memisahkan allantois dari usus belakang - membagi kloaka menjadi 2:
  • Saluran anorektal dorsal (sempit).
    • Sinus urogenital ventral (luas).
    • Kanalis anorektal dorsal menjadi:
  • Rektum
    • Saluran anus (bagian atas)
    • Sinus urogenital ventral menimbulkan:
    • Kandung kemih
    • Uretra

Organ Hindgut

  1. Large intestine

SUMBER PEMBELAJARAN

Daftar referensi

Belum ada referensi yang dikonfirmasi pada catatan artikel ini.

BELAJAR BERSAMA

Diskusi publik

Tanya jawab umum seputar artikel. Tugas dan koreksi kontributor berada di editor.

Baca diskusi secara publik. Login untuk berkomentar

Belum ada diskusi. Mulai dengan pertanyaanmu.

GIT Anatomy : Foregut, Midgut, Hindgut

Foto lengkap artikel GIT Anatomy : Foregut, Midgut, Hindgut